Otak Serangan Luar Negeri ISIS Tewas di AS

Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah, Selasa (30/8/2016), mengumumkan, salah satu pemimpin senior

Editor: Rosalina Woso
AFP
Abu Muhammad al-Adnani, salah satu tokoh pendiri ISIS dan kemudian menjadi juru bicara kelompok itu yang bertanggung jawab atas semua serangan di luar negeri Suriah dan Irak. 

POS KUPANG.COM,  RAQQA -- Kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah, Selasa (30/8/2016), mengumumkan, salah satu pemimpin senior dan pendirinya tewas akibat serangan udara Amerika Serikat di Suriah.

Seperti dilaporkan Reuters, pemimpin yang tewas itu merupakan tokoh yang paling menonjol dan terlama di dalam organisasi teror tersebut.

Pemimpin ISIS adalah Abu Muhammad al-Adnani, yang selama ini bertanggung jawab dalam menentukan dan mengarahkan serangan-serangan di luar Suriah.

Seorang pejabat pertahanan AS di Washington mengatakan, serangan udara AS menarget Adnani ketika ia bepergian di kota Al Bab, Suriah. Namun, ia tidak mengonfirmasi kapan Adnani tewas.

Adnani selama juga memegang posisi sebagai juru bicara ISIS.

Menurut Reuters, Adnani adalah tokoh paling senior dan terlama di ISIS. Ia termasuk salah satu pendiri ISIS bersama Abu Bakar al-Baghdadi, yang kemudian memimpin kelompok itu.

Di bawah kedua tokoh itu, ISIS berkembang menjadi sangat kuat di Timur Tengah sehingga bisa merebut sebagian Irak dan Suriah pada tahun 2014.

Sebagai kepala operasi eksternal, ia bertanggung jawab atas berbagai serangan di luar negeri, termasuk Eropa, setelah ISIS semakin terdesak oleh serangan koalisi AS.

Situs berafiliasi dengan ISIS, Amaq, menyebutkan Adnani tewas ketika sedang memantau operasi untuk memukul mundur militer di Aleppo.

Departemen Luar Negeri AS menyebut Adnani seorang teroris global. AS menawarkan hadiah 5 juta dollar atau Rp 66,5 miliar bagi orang yang bisa memberikan informasi tentang keberadaannya.

Kemajuan dibuat tentara Irak dan milisi sekutu untuk merebut kembali wilayah yang dikuasi ISIS, termasuk kota Mosul, telah membuat kelompok teror itu tertekan.

Tekanan menjadi semakin intensif dan kuat setelah Irak dan Suriah berada di bawah dukungan koalisi asing pimpinan AS. Serangan udara telah banyak menewaskan petinggi ISIS. (Kompas.Com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved