NTT Menuju PON XIX Tahun 2016

Pelatih Siapkan Atlet NTT Masuk Pertandingan Utama

Ada beberapa cabang olahraga yang sudah mempersiapkan atletnya masuk dalam simulasi pertandingan atau perlombaan yang sesungguhnya

Pelatih Siapkan Atlet NTT Masuk Pertandingan Utama
Ferry Ndoen
LATIHAN - Wakil Ketua Satgas Pelatda NTT, Dr. Johni Lumba, MPd memantau latihan atlet atletik Pelatda NTT Afriana Paijo dan atlet lainya yang dipersiapkan mengikuti PON XIX tahun 2016, di Stadion Oepoi Kupang, Sabtu (27/6/2016) sore 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM, KUPANG - Hasil  pantauan Satuan Tugas (Satgas) Pelatda NTT menemukan bahwa pelatih cabang olahraga secara intensif terus melaksanakan program pembinaan latihan dan saat ini telah memasuki tahap kompetisi utama.

Hal ini ditegaskan Wakil Ketua Satgas Pelatda NTT, Dr. Johni Lumba, Mpd, saat ditemui di Stadion Oepoi Kupang, Senin (29/8/2016) sore.

"Ada beberapa cabang olahraga yang sudah mempersiapkan atletnya masuk dalam simulasi pertandingan atau perlombaan yang sesungguhnya (utama). Misalnya, melaksanakan pertandingan dengan melibatkan wasit/juri, dokter dengan suasana seperti sesungguhnya berlangsung di Pekan Olahraga Nasional (PON). Demikian juga perlengkapan pertandingan atau perlombaan yang digunakan atlet sehingga suasananya diciptakan sebagaimana seperti dalam pertandingan resmi di PON," tegas Johni.

Doktor Johni Lumba yang juga Ketua Bidang (Kabid) Sport Science KONI NTT menjelaskan, saat ini tahapan motivasi dan evaluasi pra kompetisi menjadi bahan kajian bagi para pelatih.

"Selanjutnya aspek mental bertanding menjadi konsentrasi para pelatih untuk menjadikan mental atlet sebagai mental juara. Inilah yang menjadi faktor utama bagi para pelatih terus memacu atletnya," ujarnya.

Menurutnya, hasil perbincangan tim Satgas pelatda NTT dengan sejumlah pelatih cabor bahwa dari sisi menu makanan dan vitamin juga di antisipasi agar para atlet tidak memakan atau meminum di luar anjuran dokter KONI NTT.

"Yang ditakutkan jika makanan atau minuman yang dikonsumsi atlet ternyata mengandung bahan doping. Inilah yang ditakutkan pelatih juga kami selaku satgas. Kita berharap para atlet tidak mengkonsumsi apapun tanpa sepengetahuan pelatih dan dokter tim," tambahnya.

Johni juga menjelaskan terkait atlet perempuan dari sisi siklus yang mana pihak Satgas Pelatda NTT sudah meminta para pelatih mengecek langsung agar sampai tahapan kompetisi atlet perempuan sudah siap.

"Kami menjaga agar suasana pada tahapan pematangan juara dari masing masing cabor menjadi lebih intensif dengan pendekatan psikologi dari pengurus dan pelatih. Tim satgas siap mendukung," pungkasnya. (fen)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved