LEN Pilih Kabel Serat Optik dari Luar

LEN menargetkan proyek Paket Tengah bisa kelar pada kuartal I-2018. "Ini target kami

Editor: Agustinus Sape

Laporan Wartawan Kontan, Dede Suprayitno

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Proyek pembangunan Palapa Ring Paket Tengah mulai berjalan. Pemenang paket ini, konsorsium PT LEN Telekomunikasi Indonesia, sudah mendapat suntikan dana dari beberapa pihak, yakni PT Indonesia Infrastruktur Finance (IFF), Bank Negara Indonesia, dan PT Sarana Multi Infrastruktur dengan total dana pinjaman sindikasi Rp 975 miliar.

LEN menargetkan proyek Paket Tengah bisa kelar pada kuartal I-2018. "Ini target kami," kata Raden Wahyu Pantja Gelora, Direktur Utama LEN Telekomunikasi Indonesia, Senin (29/8).

Untuk mengerjakan proyek senilai Rp 1,7 triliun tersebut, pihaknya sudah berkoordinasi terkait perizinan lahan dengan empat gubernur dan 17 bupati serta walikota. Tujuannya supaya pemasangan kabel optik yang melewati masing-masing daerah bisa lancar.

Menurut Raden, saat ini pihaknya tengah menimbang dua vendor pemasok kabel optik. Asal tahu saja, panjang kabel optik untuk paket tengah mencapai 2.700 kilometer yang membentang wilayah Kalimantan, Sulawesi dan Maluku Utara.

Untuk sementara, ia belum bisa memberi tahu identitas dua calon vendor kabel optik tersebut. Yang jelas, kedua vendor tersebut berasal dari luar negeri, yakni Eropa dan Asia. "Kami sedang perbandingkan dengan cermat, spek mana yang akan masuk," terangnya.

Raden mengaku, pihaknya sengaja tidak memilih kabel dari dalam negeri lantaran spesifikasi yang dibutuhkan di proyek ini belum ada yang cocok. Selain itu, harga kabel optik dari dalam negeri lebih mahal. Produsen dalam negeri belum bisa memenuhi karena LEN ingin kabel optik di Paket Tengah itu bisa bertahan hingga 15 tahun. Apalagi, LEN berencana memakai kabel serat optik yang tak ada sambungan.

Agar lancar, pihaknya bakal menyurvei kondisi areal lintasan kabel serat optik. Soalnya lintasan kabel ini bakal melewati Bunaken. "Kami perlu waspada titik dekat Bunaken, soalnya di sana ada ranjau laut, sisa perang kemerdekaan," tambahnya.

Konsorsium PT LEN Telekomunikasi Indonesia beranggotakan PT LEN Industri (51%), PT Teknologi Riset Global Investama (39%), PT. Multi Kontrol Nusantara (5%), dan PT. Bina Nusantara Perkasa (5%).*

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved