Mencintai Lebih dari Satu Orang Itu Normal

Wanita mana yang mau dimadu? Pria yang mana yang tidak terluka ketika pasangannya selingkuh atau mencintai orang lain?

Editor: Alfred Dama
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM -- Wanita mana yang mau dimadu? Pria yang mana yang tidak terluka ketika pasangannya selingkuh atau mencintai orang lain?

Perselingkuhan memberikan luka dan kekecewaan yang sama antara pria dan wanita. Pasalnya, cinta hadir membawa segenap emosi dan harapan. Jadi, ketika terjadi perselingkuhan, seluruh perasaan dalam hati turut tersakiti.

Menurut Francesca Hogi, seorang psikolog keluarga dan konsultan, ketika jatuh cinta maka semua rasa ragu dan pertimbangan sekejap sirna.

“Cinta itu normal. Mencintai lebih dari satu orang itu biasa, lebih biasa dari yang orang selama ini pikirkan,” ujar Hogi.

Namun, bagaimana Anda menyikapi rasa cinta pada orang lain yang bukan pasangan, maka itu yang kemudian mendefinisikan siapakah diri Anda.

Setiap orang punya arti cinta yang berbeda

“Setiap orang memiliki arti cinta masing-masing,” jelas Hogi.

Cinta yang Anda rasakan, bisa jadi hanya nafsu di mata orang lain, bisa jadi cuma sekadar pemenuhan birahi, dan kebutuhan emosional.

Oleh karena itu, setiap orang bebas menerjemahkan cinta sesuai dengan apa yang Anda rasakan dan alami dalam kehidupan.

Mencintai banyak orang itu normal

“Anda bisa mencintai banyak orang di waktu bersamaan,” terangnya.

Hogi mengatakan bahwa setiap orang bisa juga jatuh cinta pada lebih dari satu orang dengan cara yang berbeda-beda.

“Bentuk cinta bisa bermacam-macam. Terkadang ada orang yang jatuh cinta dengan lebih dari satu orang. Masalah terjadi ketika orang itu memilih untuk memiliki semuanya,” urainya.

Cinta itu kompleks

Cinta bukan sebatas pepatah manis dan debaran jantung. Hogi menjelaskan bahwa cinta merupakan kombinasi antara hormon dan senyawa kimia dalam tubuh yang saling berinteraksi sehingga membuat Anda memandang orang lain lebih istimewa.

Lalu, Hogi mengingatkan bahwa cinta bisa berubah dari waktu ke waktu, menguat lalu melemah, dan hilang selamanya.

“Anda tidak perlu mencari cinta karena cinta akan menemukan Anda,” pungkasnya. (Kontributor Female, Rakhma)

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved