Keluarga Satruki Anggap Musibah

Sebelum berangkat untuk menunaikan ibadah haji, Satruki mengetahui rencana pemberangkatan melalui Filipina.

Editor: Agustinus Sape

POS KUPANG. COM, PASURUAN - Sebelum berangkat untuk menunaikan ibadah haji, Satruki mengetahui rencana pemberangkatan melalui Filipina. Meski harus melalui negara tetangga, pria yang sudah berusia 85 tahun tersebut tetap berpendirian untuk berangkat tahun ini.

Menantu Satruki, Kholilah, mengatakan rencana sang ayah mertua berangkat ibadah haji sudah ada sejak tahun lalu. "Setelah mendapatkan uang ganti dari tanah yang dijadikan jalan tol, Bapak bersikeras untuk segera berangkat naik haji," ujar Kholilah, ketika ditemui di kediamannya, Desa Pejangkungan, Rembang, Pasuruan, Kamis (25/8/2016).

Sejak saat itu, beberapa KBIH telah dihubung, termasuk KBIH Arafah milik Gus Huda, yang kemudian mengantarnya melalui jalur Filipina. "Kami tahu KBIH Arafah dari spanduk," lanjutnya.

Selain karena sedang memiliki dana, faktor usia juga menjadi pertimbangan Satruki untuk segerka berangkat ke Tanah Suci. Selain Satruki yang sudah berusia 85 tahun, istrinya, Urifah, juga telah menginjak 80 tahun. "Juga mumpung masih diberi usia," ujarnya.

Menurutnya, Arafah adalah satu-satunya KBIH yang dapat mewujudkan keinginan ayahnya tersebut. Meskipun harus melalui jalur Filipina. Ada yang menawarkan ONH Plus, namun baru bisa tiga hingga lima tahun lagi," lanjutnya.

"Ini adalah murni keinginan kami. Sedangkan Arafah berusaha untuk mewujudkan keinginan kami. (Melalui Filipina) adalah yang pertama bagi mereka. Kami sebagai peserta sekaligus Arafah sebagai penyelenggara menganggap ini sebagai musibah," katanya. (tribunnews/bob)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved