Perempuan Inggris Tewas Ditusuk Pria Perancis di Australia

Kepolisian Australia, seperti dilaporkan Australia Plus pada Rabu (24/8/2016) malam, sedang menyelidiki kemungkinan adanya hubungan pelaku dengan kelo

Editor: Alfred Dama
Facebook/The Independent
Wanita asal Inggris, Mia Ayliffe-Chung, menjadi korban penusukan pria Perancis di Australia 

POS KUPANG.COM, SYDNEY -- Seorang wanita Inggris, Mia Ayliffe-Chung (21), yang berlibur di Australia, tewas ditusuk seorang pria Perancis setelah pelaku menyerukan nama Allah.

Kepolisian Australia, seperti dilaporkan Australia Plus pada Rabu (24/8/2016) malam, sedang menyelidiki kemungkinan adanya hubungan pelaku dengan kelompok ekstremis.

Ayliffe-Chung ditusuk hingga tewas dan seorang pria berusia 31 tahun kritis akibat sernagan oleh pelaku yang sama di hadapan 30 orang di Hostel Shelley's Backpackers di Home Hill, Townsville selatan, Selasa tengah malam setelah pukul 23:00 waktu setempat.

Seekor anjing di hostel itu juga turut mati dibunuh pelaku. Pria Perancis berusia 29 tahun yang tinggal bersama dengan korban di hostel ditahan di rumah sakit dan belum dikenakan dakwaan.

Pelaku menggunakan frasa “Allah Mahabesar” dalam bahasa Arab ketika melakukan penyerangan dan ditangkap, kata Wakil Komisaris Polisi Queensland, Steve Gollschewski.

"Sementara informasi ini akan menjadi faktor dalam penyelidikan, kita tidak mengesampingkan motivasi apapun pada tahap ini, apakah mereka menjadi motif politik atau kriminal, "katanya.

"Kami bekerja sama dengan lembaga mitra kami untuk memastikan apakah ada indikasi bahwa pelaku memiliki kecenderungan ekstrimis, atau orang ini telah menjadi radikal, kita dapat menemukan hal itu,” katanya.

"Penyidik juga akan mempertimbangkan apakah ada faktor kesehatan mental atau penyalahgunaan narkoba yang terlibat dalam insiden ini,” ujar polisi tersebut.

Tersangka saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Townsville karena luka yang tidak membahayakan. Sejauh ini polisi belum menetapkan dakwaan terhadapnya.

Gollschewski mengatakan, sejauh ini tidak ditemukan adanya hubungan dengan kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS).

Pria Perancis itu juga telah berada di Australia sekitar satu tahun dengan menggunakan visa sementara, dan tampaknya telah bertindak sendirian.

"Dia adalah pengunjung di Australia dan tidak memiliki koneksi dengan warga lokal yang diketahui, namun investigasi masih berlangsung," tambanya.

Komandan Sharon Cowden mengatakan pria itu berada di Australia secara sah dan tidak dikenal oleh otoritas apapun.

Komisaris besar Inggris telah mendarat di Townsville dan akan mengadakan pertemuan dengan pihak berwenang. (Australia Plus ABC/Kompas.com)

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved