Berita Flores Lembata Alor

Merasa Tidak Nyaman, 10 Wanita Nggorang Temui Bupati Manggarai

Hari Selasa siang (23/8/2016), 10 perempuan warga Nggorang menemui Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus,S.H.M.H di Kantor Bupati Manggarai.

Merasa Tidak Nyaman, 10 Wanita Nggorang Temui Bupati Manggarai
Pos Kupang/Egy Moa
Natalia Ndelus, warga Nggorang, Desa Beo Rahong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, menyampaikan keluh kesah warga ketika menemui Bupati Manggarai, Selasa siang (23/8/2016) 

Laporan wartawan Pos Kupang, Eugenius Mo'a

POSKUPANG.COM, RUTENG--Seminggu pasca penyerangan dan perusakan compang (mesbah, tempat digelar seremoni adat) milik komunitas Nggorang di Desa Beo Rahong, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Pulau Flores, warga kampung itu merasa tidak nyaman.

Hari Selasa siang (23/8/2016), 10 perempuan warga Nggorang menemui Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus,S.H.M.H di Kantor Bupati Manggarai.

Kehadiran kaum ibu rumah tangga itu dimanfaatkan pemerintah untuk mendapatkan informasi tambahan penyerangan dan perusakan compang dan kediaman warga, Senin (15/8/2016) pukul 06.00 Wita.

Meski untuk mengatasi terjadi bentrok susulan telah dibentuk
tim gabungan pengamanan menempatkan personil Polres Manggarai dan Satpol, warga mengaku tidak nyaman.

"Kami tidak rasa nyaman lagi di Kampung. Kami minta bantuan pemerintah selesaikan masalah ini," ujar Natalia Ndelus (42) berbicara dalam bahasa daerah mewakili rekan-rekannya dalam pertemuan di Ruang Sekda Manggarai.

Warga datang dari kampung dengan ongkos angkutan pedesaan Rp 20.000 per orang.
Pertemuan dihadiri Sekda Manggarai, Manseltus Mitak,S.H, para asisten setda,Kasat Pol PP dan Polres Manggarai.*

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved