Mengapa Dirjen Pajak Bilang Pajak itu Menjijikan?

"Kalau bicara pajak, biasanya orang bilang 'ah pajak lagi, pajak lagi'. Nggilani (jijik) kalau kata orang Malang," ujar Ken.

Mengapa Dirjen Pajak Bilang Pajak itu Menjijikan?
Ambaranie Nadia K.M
Ambaranie Nadia K.M Direktur Jenderal Pajak Ken Dwijugiasteadi 

POS KUPANG.COM, JAKARTA- Keriuhan Grand Ballroom Kempinski Jakarta mulai surut sebelum pria kelahiran Malang pada 8 November 1957 silam itu dipanggil naik ke panggung.

Ia adalah salah satu pembicara utama dalam seminar yang digelar di lantai 11 West Mall, Grand Indonesia itu.

"Kepada Bapak Ken Dwijugiasteadi, kami persilahkan maju ke panggung," kata perempuan yang didaulat menjadi pembawa acara melalui pengeras suara.

Ken yang merupakan Direktur Jenderal Pajak, langsung beranjak dari tempat duduknya di barisan paling depan.

Namun saat kakinya melangkah, tidak ada sambutan berarti dari ratusan orang yang ada di ruangan itu.

Suasana sempat hening beberapa detik, sebelum akhirnya pembawa cara kembali berbicara di mikrofon yang ada di depannya.

"Tepuk tangannya bapak ibu," ucap pembawa acara yang lantas disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.

Di Balik Guyon

Bukan Ken namanya kalau tidak guyun. Setelah memberikan salam, kalimat pertama yang keluar mulutnya cukup membuat orang tersenyum.

"Kalau bicara pajak, biasanya orang bilang 'ah pajak lagi, pajak lagi'. Nggilani (jijik) kalau kata orang Malang," ujar Ken ceplas-ceplos khas Jawa Timur.

Halaman
123
Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved