Laut Timor Tecemar Minyak, Nelayan Tepaksa Melaut ke Perairan Kalimantan

Gara-gara Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) tercemar tumpahan minyak kilang Montara perusahaan PTTEP Australasia, ratusan nelayan di Kota Kupang p

Laut Timor Tecemar Minyak, Nelayan Tepaksa Melaut ke Perairan Kalimantan
POS KUPANG/FRANS KROWIN
Ilustrasi 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Gara-gara Laut Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) tercemar tumpahan minyak kilang Montara perusahaan PTTEP Australasia, ratusan nelayan di Kota Kupang pindah melaut di perairan Kalimantan Selatan.

Para nelayan bepindah melaut menyusul hasil tangkapan ikan menurun drastis, sejak laut Timor mulai terkontaminasi minyak tahun 2009 lalu.

Gap Oma, salah seorang nelayan asal Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang kepada Kompas.com, Minggu (21/8/2016) mengaku, sejak beberapa bulan terakhir melaut di perairan Kalimatan.

Ia memilih ke perairan Kalimantan karena hasil tangkapan ikan lebih banyak daripada di daerahnya.

“Hasil tangkapan ikan kakap merah di Laut Timor menurun drastis sejak pencemaran Laut Timor akibat meledaknya Kilang Minyak Montara pada 21 Agustus 2009. Kami sekarang kesulitan mencari ikan, sehingga kami cari hingga Perairan Kalimantan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Koodinator Nelayan Wilayah Oesapa, Haji Mustafa yang mengaku, dari 100 perahu nelayan di wilayahnya, kini tinggal 15 perahu yang masih rutin menangkap ikan. Sedangkan 75 perahu lainnya sudah pindah melaut ke perairan Kalimantan.

Akibatnya nelayan di kelurahan tersebut kini mendatangkan ikan kering dari sejumlah daerah seperti Sulawesi, Kalimantan, dan Sorong untuk dijual di pasar ikan setempat. Bahkan 90 ikan kering yang dijual di pasar ikan kelurahan setempat didatangkan dari luar daerah.

"Seperti ikan teri dibeli seharga Rp 28.000 per kilogram dan menjualnya di Kupang seharga Rp 40.000 per kilogram," kata Mustafa.

Bukan hanya itu, lanjut Mustafa, banyak nelayan yang beralih profesi menjadi tukang kayu, batu dan ojek.

“Tentunya apa yang bisa dikeRjakan semuanya dilakukan oleh para nelayan. Padahal selama kerja jadi nelayan pemasukan kami besar. Tapi sekarang malah jadi minus,”kata Mustafa.

Mustafa dan nelayan lainnya di Kota Kupang beharap, agar pemerintah Indonesia dan Australia bisa segera menyelesaikan persoalan tumpahan minyak di laut Timor, sehingga nelayan tidak lagi susah mencari ikan di tempat lain.(K57-12)
Penulis
: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere
Editor
: Sabrina Asril

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved