Oknum Polisi Bunuh Istri

Yusin Panggil-panggil Saya

Suasana duka masih menyelimuti rumah Maria Tahu, ibu kandung Januarius di Jalur 40, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (18/8/20

Editor: Alfred Dama
pos kupang/muhlis al alawi
POS KUPANG/MUHLIS AL ALAWI DITANGKAP—Inilah Yanuaris Tahu, anggota Polres Sumba Barat yang ditangkap aparat Polres Kupang Kota lantaran membunuh istrinya sendiri Yustina Beci. Nampak tersangka Yanuaris (tengah) digiring Kanit Buser, Ipda Gregorius Leu (paling kanan) menuju sel tahanan Polres Kupang Kota, Rabu (17/8/2016). 

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Suasana duka masih menyelimuti rumah Maria Tahu, ibu kandung Januarius di Jalur 40, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (18/8/2016).

Maria kerap dibayangi mimpi bertemu Yusin, panggilan akrab menantunya Yustina Beci.

"Hari kedua setelah Yusin meninggal sepertinya dia panggil-panggil saya dalam mimpi. Panggilan itu tanpa ekspresi. Saya hendak menyahut tetapi suara itu tiba-tiba menghilang," ujar Maria Tahu ketika ditemui di kediamannya kemarin siang.

Maria tidak memiliki firasat apapun bahwa menantunya itu bakal meninggal dengan tragis di tangan anak pertamanya, Januarius Tahu akhir Juli lalu. Meski diakuinya sebelum peristiwa naas itu terjadi, Januarius sering cekcok dengan istrinya.

Dengan suara terbata-bata Maria menyatakan tak habis pikir anaknya nekat menghabisi nyawa istrinya sendiri.

"Saya ingat anak mantu dan anak kandung. Ingat keduanya. Kalau sudah terjadi seperti ini kami hanya merasa sedih dan menyesal lantaran mau bikin bagaimana lagi," kata Maria.

Menurut Maria, kedatangan Januarius ke Kupang bulan Juli lalu sejatinya untuk menjemput anak-anak dan istrinya pindah ke Sumba Barat. Sebelum peristiwa naas itu terjadi, Januarius sempat minum kopi bersama tetangganya.

"Belum lama minum kopi, tiba-tiba terdengar gelas pecah. Saya tanya tetangga yang minum kopi dengan Januarius. Dia bilang Januarius dan istrinya berkelahi lagi," ujar Maria.

Di lingkungan keluarga, kata Maria, Januarius Tahu termasuk anak yang dibanggakan orangtuanya. Januarius memiliki tiga orang adik, seorang sudah bekerja dan dua lainnya masih di bangku sekolah.

Tentang sosok anak pertamanya itu, Maria mengakui sejak kecil anggota Sabhara Polsek Sumba Barat itu terkenal pendiam. Saat berumah tangga dengan Yusin, Januarius memang pernah memberitahu dirinya kalau sang istri selingkuh.

"Tetapi dia hanya menduga saja. Saya tidak tahu apakah istrinya benar-benar selingkuh atau bukan," kata Maria lagi.

Sebelumnya, kepada wartawan saat kejadian 28 Juli lalu, Yohanes Tahu, ayah Januarius mengaku sangat sangat terpukul dengan peristiwa yang menimpa menantu dan anaknya.

Yohanes menilai kondisi kejiwaan anaknya Januarius kurang stabil belakangan ini. Januarius kerapkali memukul istrinya tanpa sebab jelas dan cemburu buta. Siapa saja pria yang mendekati istrinya dituduh berselingkuh.

"Saya tidak mengerti pemikiran anak saya. Kenapa sifatnya buruk sekali? Awal menikah mereka baik-baik saja, dia tidak memukul istrinya. Belakangan ini dia hobi sekali aniaya istrinya. Dia tuduh ini anak (Yustina) berselingkuh dengan oknum tentara. Dia menuduh istrinya berselingkuh dengan temannya. Sampai dia menuduh istrinya berselingkuh dengan saya. Istrinya tinggal di rumah berdekatan dengan rumah kami. Saya memperlakukannya selayaknya bapa dan anak mantu. Apapun yang kami lakukan di matanya pasti salah," kata Yohanes. (aly)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved