Rabu, 8 April 2026

Kemtan Menargetkan Ekspor Bawang Merah 8.000 Ton

Ekspor bawang merah itu dilakukan saat terjadi panen raya di sejumlah sentra produksi bawang merah.

Editor: Agustinus Sape
Istimewa
Ilustrasi bawang merah 

Laporan Wartawan Kontan, Noverius Laoli

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Pada tahun 2015 lalu, Kemtan mengekspor bawang merah sebanyak 8.000 ton. Ekspor bawang merah itu dilakukan saat terjadi panen raya di sejumlah sentra produksi bawang merah.

Nah, tahun ini, Kemtan berambisi mengulang prestasi tahun lalu tersebut. Namun faktanya hingga bulan Agustus 2016, realisasi ekspor bawang merah baru 200 ton alias baru 2,5% dari target. Malah tahun ini, prospeknya lebih suram karena pemerintah telah mengimpor benih bawang merah untuk segera ditanam bulan ini sebanyak 900 ton.

Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian (Kemtan) Sri Wijayanti Yusuf mengatakan, impor benih ini terpaksa dilakukan agar dapat menekan harga bawang merah di pasaran. Sebab semakin tinggi harga benih, harga bawang merah konsumsi bakal terus menanjak naik.

Karena itu Sri optimistis harga bawang merah pada panen bulan Oktober bisa lebih murah ketika terjadi panen raya. Kemtan akan menugaskan Perum Bulog untuk menyerap dan mengekspor hasil panen. "Bulog akan ditugaskan menyerap panen bawang merah di atas 8.000 ton sehingga bisa diekspor," ujarnya, Jumat (19/8/2016).

Menurut hitungan Kemtan, kebutuhan benih nasional adalah sebanyak 150.000 ton per tahun dengan luas lahan 130.000 hektare (ha). Benih impor ini memiliki produktivitas rata-rata 15 ton per ha, sementara berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata produktivitas benih bawang nasional baru 10 ton per ha. "Produksi dari benih impor ini disiapkan untuk ekspor bawang merah tahun ini," ujarnya. Kemtan sangat berharap produksi bawang merah dari benih impor ini bisa memenuhi target ekspor bawang merah tahun ini.

Kepala Divisi Penjualan Perum Bulog Ermin Tora mengaku siap menyerap bawang merah hasil panen petani berapa pun jumlahnya. Hal ini sesuai dengan penugasan dari pemerintah. Untuk itu, Bulog berharap agar harga bawang merah pada saat panen nanti di kisaran Rp 15.000 per kilogram (kg) di tingkat petani, atau malah bisa di bawah harga tersebut.

Dengan demikian, Bulog dapat mengekspor bawang merah ke sejumlah negara dengan harga yang kompetitif. Apalagi, pada bulan Oktober nanti, sejumlah negara penghasil bawang seperti Vietnam dan Malaysia belum masuk masa panen.*

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved