Kisah Nelayan Indonesia yang Tewas Disiksa di Kapal Ikan Taiwan (1)

Usai dipukuli, kepala Supriyanto bocor, matanya merah akibat darah dan kakinya lebam hingga susah berjalan.


POS KUPANG.COM, TAIPEH --Seorang nelayan asal Tegal, Jawa Tengah, menjadi korban penyiksaan di kapal ikan asing yang mengakibatkan dia tewas mengenaskan..

Sebuah video yang diperoleh wartawan BBC di Taiwan, Cindy Sui, memperlihatkan seorang nelayan Indonesia, Supriyanto, luka parah akibat dipukuli di sebuah kapal ikan milik negeri itu.

Video yang direkam seorang kawan Supriyanto dengan menggunakan ponsel itu memperlihatkan kondisi pria itu. Usai dipukuli, kepala Supriyanto bocor, matanya merah akibat darah dan kakinya lebam hingga susah berjalan.

“Nasibnya Supriyanto, jalan saja dia sudah tidak bisa, hanya bisa meratapi nasib. Saya tidak bisa bantu apa-apa, hanya bisa bantu secara spiritual… Inilah hasil dari kekerasan di kapal,” kata kawan Supriyanto dalam bahasa Jawa.

Tak lama kemudian, Supriyanto pun tewas di atas kapal ikan tersebut. Meski demikian, jaksa penuntut Taiwan kepada BBC mengatakan, Supriyanto meninggal akibat infeksi lutut dan tidak ada yang mencurigakan dalam kasus ini.

Industri perikanan Taiwan sedang mendapat sorotan akibat pelanggaran hak asasi manusia yang belakangan terjadi terhadap para tenaga kerja asingnya.

Supriyanto kehilangan nyawa dalam pelayaran kedua dengan kapal penangkap ikan asal Taiwan.  Pelayaran pertama berlangsung selama setahun, tetapi tidak pernah ada keluhan dari Supriyanto.

Berselang tiga bulan setelah pelayaran pertamanya berakhir, Supriyanto kembali ke atas kapal. Sebelum bekerja di kapal ikan Taiwan, Supriyanto bekerja sebagai kernet bus.

Dia mendaftar menjadi awak kapal lewat sebuah agen di kota kelahirannya, Tegal.

Halaman
12
Editor: Hyeron Modo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved