WNI yang Lolos dari Abu Sayyaf Dipastikan Sehat Walafiat

Lolosnya dua WNI tersebut dari kelompok Abu Sayyaf sudah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

WNI yang Lolos dari Abu Sayyaf Dipastikan Sehat Walafiat
KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers seputar dibebaskannya warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Sepuluh awak kapal pandu Brahma 12 milik perusahaan tambang dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, yang disandera sejak 26 Maret lalu, telah tiba di Jakarta. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan kedua warga negara Indonesia yang berhasil melarikan diri dari penyandera kelompok Abu Sayyaf dalam keadaan sehat walafiat.

"Keadaannya sehat. Dalam kondisi sehat," ujar Retno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Lolosnya dua WNI tersebut dari kelompok Abu Sayyaf sudah dilaporkan ke Presiden Joko Widodo. Arahan Presiden Jokowi masih sama, yaknin keselamatan para sandera merupakan yang utama.

Kini, tim KBRI di Manila telah menjemput dua WNI itu untuk proses pemulangan ke tanah air setelah selesai melaksanakan tes kesehatan di sana. Seiring dengan itu, tim yang dikirim untuk menjemput dua WNI itu juga menghimpun informasi terkait penyanderaan mereka di tangan kelompok Abu Sayyaf tersebut. Segala proses itu akan dipercepat.

"Secepatnya akan diserahkan ke keluarganya, karena proses mengambil informasi sampai saya ketemu presiden tadi belum selesai," ujar Retno.

Sebelumnya, Menko Polhukam Wiranto memastikan bahwa dua dari 11 warga negara Indonesia yang disandera kelompok Abu Sayyaf di Filipina, berhasil melarikan diri. Dua WNI tersebut yakni bernama Sofyan dan Ismail.

Sofyan kini berada di Zambuanga, sementara Ismail berada di Sulu. Keduanya sudah berada di otoritas Filipina dan tengah menjalani pemeriksaan kesehatan.

Wiranto enggan mengungkapkan bagaimana cara kedua WNI anak buah kapal niaga tersebut bisa lolos dari penculik. Ia mengatakan, biarkan mereka sendiri yang nanti bercerita proses lolos itu. (kompas.com)

Editor: Paul Burin
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved