Warga Miskin di Mabar Belum Diakomodir Jamkes
Di antara warga yang belum diakomodir ada warga miskin yang seharusnya menjadi prioritas.
POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Dari jumlah 254.198 penduduk Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), sebanyak 81.935 orang belum diakomodir Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Bidang Kesehatan. Di antara warga yang belum diakomodir ada warga miskin yang seharusnya menjadi prioritas.
"Belum semua masyarakat yang tergolong miskin di Manggarai Barat sudah tercover dalam progra, BPJS Kesehatan, baik yang pembiayaannya ditangani APBN maupun APBD," kata Kepala Dinas Kesehatan Mabar, dr. Imaculata Veronika Djelulut, saat ditemui di Labuan Bajo, Senin (15/8/2016).
Mengenai pelayanan pasien BPJS di setiap fasilitas kesehatan (Faskes) yang ada, Veronika menjelaskan, mulai tahun 2019 BPJS tidak akan bekerja sama dengan puskesmas yang belum terakreditasi.
Sampai tahun 2016, jumlah puskesmas di Mabar 18 unit. Namun belum satupun yang sudah terakreditasi. Dari jumlah tersebut, ada enam puskesmas yang sedang didampingi untuk mendapat status terakreditasi. Keenam puskesmas itu, yakni Labuan Bajo, Wae Nakeng, Terang, Pacar, Golo Welu dan Werang.
Data yang diperoleh Pos Kupang dari Dinas Kesehatan Mabar, jumlah penduduk Mabar yang diakses program jamkes sebanyak 172.263 orang.
Jumlah itu terdiri dari penerima bantuan iuran (PBI) dari APBD 8.000 orang dan PBI APBN 146.052 orang. Sedangkan yang non PBI atau mandiri 18.211 orang. Baik penerima dari APBN maupun APBD, besaran anggaran yang ditanggung per orang setiap bulannya sama, yaitu Rp 23.000. (ser)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/warga-miskin_20160818_110447.jpg)