Oknum Polisi Bunuh Istri
Bripka Januarius Bunuh Istri Karena Cemburu
Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Pelarian Bripka Januarius Tahu sejak kematian istrinya Yustina Beci Matelda pada 28 Juli 2016 b
POS KUPANG.COM, KUPANG -- Sepandai-pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga. Pelarian Bripka Januarius Tahu sejak kematian istrinya Yustina Beci Matelda pada 28 Juli 2016 berakhir sudah.
Oknum anggota Polres Sumba Barat itu pun mengakui tega menghabisi nyawa istrinya karena terbakar api cemburu.
Januaris menduga istrinya selingkuh dengan pria idaman lain hingga hamil satu bulan. Demikian Kapolres Kupang Kota, AKBP Johanes Bangun saat menggelar jumpa pers di Mapolres Kupang Kota, Rabu (17/8/2016) siang.
Kapolres gelar jumpa pers setelah menginterogasi tersangka Januaris di ruang kerjanya. Johanes saat jumpa pers itu didampingi Wakapolres Kompol Suprihatiyanto dan Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, AKP Didik Kurnianto.
"Faktor pemicu tersangka membunuh istrinya lantaran cemburu dan emosi. Tersangka menuduh istrinya berselingkuh dengan pria lain hingga hamil. Dari hasil otopsi dan keterangan dokter menyatakan korban memang sementara hamil satu bulan," ungkap Johanes Bangun.
Sebelum menghabisi nyawa korban, kata Johanes, korban sempat adu mulut dengan tersangka. Pertengkaran itu terjadi lantaran Yustina Beci tidak mau diajak suaminya Januarius pindah domisili ke Sumba Barat, tempat tugas tersangka.
"Pelaku mengajak keluarganya pindah ke Sumba Barat. Tetapi istrinya tidak mau, sehingga tersangka naik pitam kemudian bunuh istrinya. Tak hanya itu, pelaku juga merasa tahu persis kalau istrinya selingkuh dengan pria lain," jelas Johanes. Mantan Kapolres Ende itu menjelaskan, tersangka membunuh istrinya saat berbaring di tempat tidur menggunakan pisau dapur.
Khawatir ketahuan aksinya, lanjut Johannes, tersangka Januarius langsung kabur dengan sepeda motor ke wilayah Kolbano, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), sekitar 100 kilometer dari Kota Kupang.
Selama pelarian dari tanggal 28 Juli 2016, tersangka terus berpindah-pindah lokasi persembunyian di wilayah Kolbano, Boking hingga Malaka. Selama pelarian tersangka juga tidak pernah tidur di rumah penduduk.
"Untuk bertahan hidup, tersangka berbekal biskuit dan jeriken berisi bensin untuk bahan bakar kendaraan yang ditumpanginya. Tersangka juga memilih tidur di pinggir pantai atau di dalam hutan agar tak terlacak jejaknya," kata Johanes. Tersangka, lanjut Kapolres, malah sempat berniat lari ke negara Timor Leste.
Johannes mengungkapkan, tersangka Januarius Tahu tertangkap saat berada di Desa Tunfeu, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Rabu (17/8/2016) pagi. Saat itu tersangka masuk ke kebun warga setempat sehingga warga curiga dia hendak mencuri hasil kebun.
"Warga setempat kemudian melaporkan kepada kepala dusun.
Kepala dusun bersama warga melaporkan ke anggota Polsek Maulafa. Setelah ditangkap, tersangka dibawa ke Polres Kupang Kota," kata Johanes. Johanes mengakui, tersangka merasa malu lantaran aksinya itu mencoreng institusi Polri.
Tersangka, kata Johanes, dijerat pasal pembunuhan biasa hingga pembunuhan berencana.
"Tak hanya jeratan pidana saja. Tersangka juga kami proses kode etik dengan ancaman pemecatan tidak hormat dari anggota kepolisian," kata Johanes.
Johanes Bangun menegaskan sejak awal kejadian akhir Juli lalu, stafnya terus bekerja mencari keberadaan Januarius. Penangkapan Januarius juga membuktikan kepada masyarakat bahwa Polri tidak tebang pilih.
"Sejak awal kejadian saya sudah perintahkan kepada kasat reskrim untuk kejar pelaku sampai dapat. Kasat Reskrim AKP Didik mengejar pelaku hingga Boking, TTS dan perbatasan Indonesia-Timor Leste," katanya.
Johanes Bangun memberikan apresiasi kepada warga masyarakat Tunfeu yang langsung lapor ke polsek terdekat. Untuk kepentingan penyidikan, tersangka Januarius sejak kemarin ditahan di Mapolres Kupang Kota. "Dari tangan tersangka polisi menyita satu unit sepeda motor," demikian Johanes. (aly)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/kapolres-kupang-kota-akbp-johanes-bangun_20160818_113443.jpg)