Anak SD Ingin Risma Tetap di Surabaya

Siapa yang ke Jakarta, tidak ada yang ke Jakarta. Ibu di sini lho. Sudah, jangan menangis lagi

POS KUPANG. COM, SURABAYA - Kondisi politik yang memanas jelang Pilkada DKI Jakarta dan dikaitkannya nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam kontestasi tersebut, ternyata menarik perhatian para siswa sekolah dasar (SD).

Ratusan pelajar SD Negeri Sumber Rejo II, Surabaya, tampak antusias saat Tri Rismaharini melakukan kunjungan, Kamis (11/8/2016) pagi. Tak komando dan perintah, ratusan pelajar ini berbondong-bondong mengerumuni Risma.

Di tengah kerumunan para pelajar, seorang bocah perempuan bernama Meilia Ilmi tiba-tiba menangis terisak-isak kepada Risma. Ternyata Meilia meminta Risma untuk tidak mengikuti pilkada di DKI Jakarta.

"Ibu jangan ke Jakarta, Ibu nggak boleh ke Jakarta, di sini saja," katanya kepada Risma. Wali Kota kemudian memeluk bocah berambut sebahu itu, supaya tidak menangis lagi.

"Siapa yang ke Jakarta, tidak ada yang ke Jakarta. Ibu di sini lho. Sudah, jangan menangis lagi," kata Risma kepada Meilia.

Trisnaningsih guru kelas dua mengaku tak menyangka Risma mendatangi sekolah itu. Sebelumnya tidak ada pemberitahuan tentang kedatangan Risma.

"Tentunya tidak menyangka, tapi kami senang sekali Bu Risma ke sini. Biarkan Bu Risma di Surabaya saja, jangan ke Jakarta," ujarnya.

Sejumlah pihak menginginkan Risma ikut bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017 mendatang, melawan petahana Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Namun hingga saat ini belum ada kepastian apakah PDI Perjuangan akan mengajukan Risma sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

"Kalau ditanya jujur, aku ingin di Surabaya saja. Bagaimanapun aku sudah janji, warga Surabaya belum seluruhnya sejahtera," tegas Risma seusai blusukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Benowo, Kamis.

Risma menegaskan, Pilkada DKI Jakarta bukanlah ajang perebutan kekuasaan semata. Risma menilai, memimpin itu tidak sekadar kekuasaan, akan tetapi bagaimana membuat warganya sejahtera. "Ini bukan rebutan kekuasaan. Semua orang menghitung, saya bisa memenangkan. Nggak boleh begitu. Ini bukan soal kekuasaan," jelasnya.

Risma menilai, memimpin Jakarta merupakan hal yang berat. Sebab, semuanya akan menyangkut banyak hal, mulai dari kesejahteraan masyarakat. "Ini berat sekali. Teman-teman harus percaya itu. Yang berat itu apakah bisa saya atau orang lain itu membawa kehidupan lebih baik. Itu yang berat," terang Risma. (surya)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved