Ketua MPR: Agama Tak Menghalangi Seseorang Untuk Jadi Kepala Daerah

Tiap orang memiliki pemahaman sendiri soal makna kemerdekaan. Tak terkecuali Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Ketua MPR: Agama Tak Menghalangi Seseorang Untuk Jadi Kepala Daerah
Oik Yusuf Araya
Ketua MPR Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com, Rabu (10/8/2016). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Tiap orang memiliki pemahaman sendiri soal makna kemerdekaan. Tak terkecuali Ketua MPR Zulkifli Hasan.

Bagi dia merdeka berarti semua orang dalam satu bangsa memiliki perasaan yang sama.

"Waktu itu saya ditanya oleh seseorang di MPR tentang arti merdeka, ya saya jawab merdeka itu artinya kita, semua orang di Indonesia, memiliki perasaan yang sama," ujar Zulkifli dalam kunjungan ke redaksi Kompas.com, di Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Menurut Zulkifli, merdeka berarti seluruh rakyat punya rasa memiliki yang sama terhadap negara Indonesia.

"Artinya tidak boleh ada lagi rakyat Indonesia yang mempertanyakan latar belakang suku, agama, dan selainnya dalam kehidupan bernegara," papar Zulkifli.

Dalam kunjungannya itu, Zulkifli bercerita soal upayanya menjaga kebhinekaan di Indonesia dengan melawat ke sejumlah daerah, mulai dari Sabang hingga Merauke.

Saat menyosialisasikan Pancasila, Zulkifli terkadang menemukan ketidaksamaan atas rasa kepemilikan terhadap Indonesia.

Biasanya Zulkifli memulai sosialisasi Pancasila di daerah dengan pertanyaan boleh tidaknya pendatang mencalonkan diri sebagai bupati atau wali kota di daerah tersebut. Barulah pertanyaan bergeser ke soal agama.

"Biasanya saat ditanya pendatang boleh menjadi kepala daerah atau tidak masyarakat setuju, tetapi bila daerahnya mayoritas muslim dan ditanya apakah boleh nonmuslim menjadi kepala daerah, mereka langsung diam," tutur Zulkifli.

Menurut Zulkifli semestinya rakyat Indonesia tak boleh seperti itu. Dia menambahkan persoalan agama seharusnya tak menghalangi seseorang untuk memenuhi hak sebagai warga negara seperti mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

"Adanya fenomena itu menunjukan penghormatan terhadap sesama umat beragama harus semakin diserukan di publik dalam bentuk obrolan dan diskusi, agar tidak muncul sentimen agama terutama dalam Pilkada nanti," kata Zulkifli.

Editor: Alfred Dama
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved