Petani Mego - Sikka Kembangkan Pisang

Kelompok Tani Sinar Tani Detugau, Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka menjadikan pisang sebagai salah satu produksi pertanian yang perlu dikem

Petani Mego - Sikka Kembangkan Pisang
Pos Kupang/Ant
Ilustrasi

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Kelompok Tani Sinar Tani Detugau, Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka menjadikan pisang sebagai salah satu produksi pertanian yang perlu dikembangkan. Kelompok Tani Sinar Tani Detugau beranggotakan 15 orang.

Selain produksi pangan untuk pemenuhan kebutuhan keluarga, para petani juga memiliki tanaman komoditi seperti kakao dan malah sekarang kelompok tani ini memiliki kebun contoh pengembangan tanaman hortikultura (sayur mayur).

Dalam areal sehektar, para anggota kelompok tani sinar tani menanam berbagai tanaman sayur seperti: sawi, paria, terung, lombok dan berbagai tanaman hortikuluta lain yang dianalisa bisa memenuhi kebutuhan keluarga dan selebihnya dipasok ke pasar.

Model pertanian yang dibangun adalah sistem pertanian organik. Karena itu, para anggota yang memiliki ternak itu diminta menampung kotoran sapi, babi, kambing agar kemudian dipasok ke kebun anggota.

Demikian penjelasan Ina Agustina,anggota Kelompok
Tani Sinar Tani Detugau, Desa Bhera, Kecamatan Mego, Kabupaten Sikka kepada Pos Kupang dari Mego,Senin (8/8/2016) siang.

Acara pengolahan hasil yang dikembangkan WTM bersama kelompok tani dihadiri oleh Kosmas Wara, Ketua Kelompok Sinar Tani, Herry Naif, Koordinator Advoakasi, Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Hasil WTM dalam Program Miserior dan Ernesita Dua Sina, Staf Keuangan WTM. Kegiatan yang diselenggarakan di Sekretariat Gapoktan Sinar Tani Detugau sejak 4 Agustus 2016.

Menurut Ina,selama ini WTM sejak lamadan sekarang WTM dengan pola baru yang mana rakyat petani dimotifasi untuk mengembangkan sebuah pola pertanian secara mandiri.

Herry Naif, dalam sambutan pembukaan, mengatakan bahwa WTM dalam program ini sungguh mendorong kemandirian petani yang mana para petani memanfaatkan potensi wilayahnya sebagai sumber daya yang dapat mendukung pengelolaan pertanian di wilayahnya sambil mendorong keterlibatan berbagai pihak terutama pemerintah desa untuk melihat petani sebagai salah satu kelompok yang harus mendapatkan akses budged dalam APBDes.

Lebih dari itu, kata Heri, para petani perlu mengkapasitasi diri untuk mengelola hasil pertanian yang dihasilkan agar mampu bersaing di pasar.

Bila tidak, para petani sebatas menjadi penjaga kebunnya para pihak yang beruang. Karena itu, WTM secara kelembagaan dalam kerja sama WTM dengan Miserior Jerman dalam program Peningkatan Kapasitas Masyarakat Tani dalam Adaptasi Perubahan Iklim lewat Pendekatan Usahan Tani Berbasis.*

Penulis: Aris Ninu
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved