Sabtu, 25 April 2026

Mengamati Burung Sambil Berwisata di Hutan Golo Tando

Elang Bondol menjadi salah satu daya tarik bagi 'penggila' burung untuk diamati dan diteliti.

Editor: Paul Burin
KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
Seorang pemandu Burung di Flores Barat yang juga staf Burung Indonesia, Samuel Rabenak, Minggu (5/6/2016) sedang mengamati burung endemik Flores di kawasan hutan Puarlolo di dalam kawasan bentang alam Mbeliling, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Flores, NTT. 

POS KUPANG.COM, KUPANG - KEUNIKAN warna bulu burung Elang Bondol menjadi daya tarik bagi para pengamat burung internasional dan domestik. Warna sayap dan ekornya merah dipadukan dengan warna putih bagian lehernya membuat mata dari pemandu burung dan pengamat burung tak akan berpindah untuk melihat burung lainnya.

Mata dan kamera hanya tertuju kepada keunikan burung ini. Kawasan Hutan Golo Tando di Desa Kombo, Kecamatan Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur sangat cocok untuk pengamatan burung serta berpetualangan.

Elang Bondol menjadi salah satu daya tarik bagi 'penggila' burung untuk diamati dan diteliti. Bahkan saat burung ini terbang menjadi inspirasi bagi orang-orang yang membuat pesawat terbang di dunia ini. Kepakan-kepakan sayap yang lebar menjadi keunikan tersendiri saat melihat burung ini terbang.

Bahkan melihat burung Elang Bondol terbang, orang terbayang melihat pesawat terbang. Maklum, warga masyarakat di kampung-kampung, di lembah-lembah dan gunung -gunung di wilayah Utara dari Kabupaten Manggarai Barat, Flores minim melihat pesawat terbang yang melintasi di langit di wilayah itu.

Warga di Kampung Beong, Kampung Lembah Sar, Tonggong Dole, serta wilayah Utara dari Kabupaten Manggarai Barat mengatakan burung Elang Bondol atau dalam bahasa daerah Kolang dan Macang Pacar disebut 'Kaka Kondo" ini masih dapat dilihat dan dijumpai di kawasan utara dari Flores Barat.

Sebagaimana diketahui bahwa kawasan hutan di Flores Barat, yakni Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai dan Manggarai Barat menjadi kawasan pengamatan burung endemik Flores serta berbagai jenis burung lainnya.

Namun, selama ini pemandu burung lokal di wilayah Flores Barat hanya mempromosikan kawasan hutan Mbeliling, kawasan Taman Wisata Alam Ruteng dan kawasan Danau Ranamese, Kawasan Tado di sekitar Labuan Bajo, sementara wilayah Utara belum disentuh oleh pemandu Burung lokal di Flores Barat.

Wilayah Flores Barat yang meliputi tiga Kabupaten hanya sebagian kecil yang disentuh dalam promosi pariwisata sementara keseluruhannya belum disentuh dan belum digali lebih jauh.

KompasTravel, Kamis (14/7/2016) menelusuri informasi dari warga masyarakat yang berkaitan burung yang tersebar di wilayah itu. Informasi dari warga masyarakat sangat tepat dan pasti, di mana sore harinya sekitar pukul 16.30 Wita, KompasTravel yang sudah siap dengan kameranya mendapat informasi bahwa biasanya Elang Bondol menangkap anakan ayam di sekitar kampung.

"Saya bersyukur dan berterima kasih kepada warga masyarakat di Kampung Beong dan Kampung Lembah Sar yang memberikan informasi terhadap berbagai keunikan-keunikan di alam di kawasan hutan Golo Tando," bisik saya dalam hati.

Siprianus Ambon, salah satu warga di Kampung Lembah Sar kepada KompasTravel menjelaskan, berbagai jenis burung masih dapat dilihat dijumpai di sekitar kawasan hutan Golo Tando.

Bahkan, setiap pagi, selain suara ayam berkokok, juga suara dari berbagai jenis burung di sekitar kampung. Suara ayam berkokok dan berbagai jenis burung lainnya memberikan tanda kepada warga masyarakat di kampung bahwa hari sudah pagi.

"Warga masyarakat di kampung Lembah Sar dan Beong terhibur dengan berbagai suara burung di sekitar kawasan hutan Golo Tando serta sekitar kampung. Orang Manggarai Barat menyebut Burung Elang Bondol dalam bahasa daerahnya adalah 'Kaka Kondo'," jelasnya.

Sementara warga Kampung Wajur, Desa Wajur, Kecamatan Kuwus, Manggarai Barat, Matias Dandung kepada KompasTravel belum lama ini menjelaskan, Elang Bondol dan burung lainnya masih dapat dijumpai di sekitar kampung Wajur serta di kawasan hutan sekitar kampung. Bahkan, di Kebung Donggang masih dapat melihat berbagai jenis burung, termasuk burung hantu.

"Pada bulan Juli saat musim kopi masak sangat mudah untuk mengamati dan melihat berbagai jenis burung, sebab ada beberapa jenis burung yang makan buah kopi yang sudah masak, termasuk burung kalong dalam bahasa lokalnya 'kaka Niki'. Memang sebagian burung jarang dilihat atau mungkin sudah punah, tetapi yang lainnya masih dapat dilihat dan dijumpai di hutan-hutan sekitar kampung.

Pemandu burung lokal sekaligus staf Burung Indonesia, Samuel Rabenak kepada KompasTravel belum lama ini menjelaskan, Elang Bondol masih dapat dilihat di kawasan hutan di seluruh Flores Barat, termasuk di kawasan Bentang Alam Mbeliling, kawasan Taman Wisata Alam Ruteng, serta kawasan Danau Ranamese.

"Kekhasan dari burung itu adalah warna bulunya yang unik. Warna bercampur merah dan putih serta beberapa warna lainnya. Burung itu sangat unik dari sisi warna bulu di tubuhnya. Pengamat burung internasional dan nasional sangat tertarik untuk mengamati burung tersebut di kawasan hutan di Flores Barat," jelasnya. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved