TNI Berharap Ada Pembuktian dari Pernyataan Haris Azhar

Laporan tersebut dilayangkan setelah pernyataan Haris tersebar melalui media percakapan Whatsapp dan media lainnya.

Pos Kupang/kompas.com
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN - Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar, saat ditemui di Sekretariat Kontras, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2015). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Tatang Sulaiman mengatakan, bagi TNI, pernyataan Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar memiliki dua konsekuensi.

Pernyataan yang disampaikan Haris terkait pengakuan Freddy Budiman bahwa ada oknum TNI, polisi dan Badan Narkotika Nasional (BNN) yang membekinginya.

Konsekuensi pertama, kata Tatang, jika keterangan Haris tentang keterlibatan oknum TNI terbukti benar dan didasari bukti kuat, hal ini akan menjadi pintu masuk POM TNI untuk memroses oknum tersebut sesuai aturan yang berlaku.

"Apalagi, menurut pernyataan Haris, oknum TNI berpangkat jenderal bintang dua itu disebut mengawal distribusi narkotika dari Medan hingga Jakarta," ujar Tatang, melalui siaran pers kepada wartawan, Rabu (3/8/2016).

"TNI tidak akan pandang bulu dalam menegakkan hukum, karena kita negara hukum, hukum akan berlaku bagi seluruh prajurit TNI, baik dari pangkat Prada sampai Jenderal," lanjut dia.

Konsekuensi kedua, papar Tatang, jika Haris tidak dapat menunjukkan bukti yang kuat atas pernyataannya, maka TNI menganggap pernyataan tersebut mengandung unsur fitnah dan pencemaran nama baik terhadap institusi TNI.

Tatang membenarkan bahwa TNI telah melaporkan Haris ke Bareskrim Polri.

Laporan tersebut dilayangkan setelah pernyataan Haris tersebar melalui media percakapan Whatsapp dan media lainnya.

Dengan melayangkan laporan tersebut, TNI berharap mendapat kepastian hukum melalui pengumpulan bukti-bukti terkait pernyataan Haris itu.

Sebelumnya, Haris Azhar mengaku mendapatkan kesaksian dari Freddy Budiman terkait adanya keterlibatan oknum pejabat Badan Narkotika Nasional, Polri, dan Bea Cukai dalam peredaran narkoba yang dilakukannya.

Halaman
12
Editor: Marsel Ali
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved