Berita Timor Rote Sabu

90 Persen Masyarakat NTT Hidup dari Pertanian

Ia mengatakan, pertanian sangat penting, tidak ada yang lebih penting di dunia selain pertanian

Penulis: Apolonia M Dhiu | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Metilde Dhiu
FOTO BERSAMA-Dekan Faperta Undana, Damianus Adar, Prof. Nyoman Maheyasa, ketua panitia serta anggota panitia foto bersama 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Apolonia Matilde Dhiu

POS KUPANG.COM, KUPANG--Dekan Fakultas Pertania (Faperta) Undana Kupang, Dr. Ir. Damianus Adar, Dip, Ag Ec, MEc, kepada Pos Kupang di Faperta Undana, Senin (1/8/2016), mengatakan, 90 persen masyarakat NTT hidup dari pertanian.

Ia mengatakan, pertanian sangat penting, tidak ada yang lebih penting di dunia selain pertanian.

Menurutnya, 90 persen orang NTT menggantungkan hidupnya melalui pertanian dan masyarakat Indonesia 60 persen. Pertania sangat penting dalam menghidupkan manusia.

Ia mengatakan, akhir-akhir ini ketergantungan masyarakat akan pangan dari luar terutama impor, tanaman hias, sayur buah dan konsumen kita sangat tingi.

Masyarakat suka dengan buah dan sayur impor. Contoh jeruk keprok SoE menurun. Mudah-mudahan jeruk keprok SoE ikut dalam kegiatan ini. Karena itu keunggulan kita. Buah dan sayuran local dan menujukkan potensi holtikuklturak di NTT sangat beragam hayati.

Ia berharap, dengan kegiatan ini bisa menggugah para akademisi, pelaku pertanian, karena potensi kita cukup besar untuk menghidupkan ekonomi, dan lapangan kerja cukup luas. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved