Hengky Tak Ada Hubungan dengan PT. GSP

Perannya tidak lebih dari makelar pada saat transaksi jual beli tanah masyarakat dengan kepemilikan PT. GSP yang lama.

Hengky Tak Ada Hubungan dengan PT. GSP
POS KUPANG/GERARDUS MANYELLA
Indahnya Buih Gelombang Pantai Karewel, Sumba Barat 

POS KUPANG.COM, KUPANG - Marcus Thomas, Direktur PT Graha Sukses Pratama (GSP) menegaskan, Hengky Manehu tidak ada hubungan sama sekali dengan PT GSP.

Perannya tidak lebih dari makelar pada saat transaksi jual beli tanah masyarakat dengan kepemilikan PT. GSP yang lama.

Karena itu, Hengky tidak bisa lagi mengklaim atau mengatasnamakan PT GSP dalam hal apapun.

Hal itu disampaikan Marcus Thomas dalam tanggapannya melalui surat elektronik yang dikirim ke Redaksi Pos Kupang, Jumat (29/7/2016).

Tanggapan Marcus Thomas sehubungan dengan pertemuan Komisi A DPRD Sumba Barat sebagaimana diberitakan Pos Kupang pada tanggal 21 Juli 2016 tentang kepemilikan lahan di Kawasan Pantai Marosi, Sumba Barat dan juga pengakuan Hengky Manehu yang mendapatkan kuasa dari PT GSP.

Dia meminta pemerintah dan masyarakat setempat tidak mempercayai pernyataan Hengky.

"Sebagai pemilik sah dari PT GSP, kami menjamin bahwa Hengky Manehu tidak mempunyai hak apapun juga untuk mewakili perusahaan. Dia bertindak hanya sebagai makelar untuk membeli tanah, untuk dan atas nama perusahaan. Surat kuasanya hanya untuk bernegosiasi tentang pembelian tanah, dimana tetap mengharuskan bahwa semua deal harus disetujui oleh pemberi kuasa. Surat kuasa tersebut sudah habis bertahun-tahun lalu, karena Surat Kuasa tersebut diberikan oleh Henny Liong pada tahun 1994 selaku direktur dari PT Graha Sukses Pratama," tulis Markus Thomas.

Pada tahun 1999, katanya, Henny tidak lagi menjadi pemegang saham PT GSP dan pemegang saham yang baru adalah Joei Noe Bie dan Astuti Karya Dewi, dimana Hengky juga mengetahui hal ini.

"Jadi sangat aneh dan tidak jujur apabila Hengky muncul di depan DPRD dan mengklaim sebagai wakil yang sah dari perusahaan karena surat kuasanya yang sudah tidak berlaku lagi hanyalah untuk membeli tanah, tidak lebih dan tidak kurang dari hal tersebut," tulis Marcus Thomas.(*/ati)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved