Senin, 11 Mei 2026

Pilpres Amerika Serikat

Hillary Clinton Resmi Menjadi Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat

Dia menjadi perempuan pertama yang memenangi konvensi partai, untuk resmi dinyatakan sebagai Calon Presiden Amerika Serikat.

Tayang:
Editor: Hyeron Modo
Associated Press
Bernie Sanders dan Hillary Clinton untuk pertama kali berada dalam satu panggung pada masa kampanye. Sanders, dalam kampanye di Portsmouth, New Hampshire, Selasa (12/7/2016), berjanji melakukan apa saja untuk mencegah Donald Trump memenangkan Pilpres AS. 

POS KUPANG.COM, PHILADELPHIA--Seperti yang telah diprediksi sejak lama, akhirnya, Hillary Clinton benar-benar membukukan sejarah.

Dia menjadi perempuan pertama yang memenangi konvensi partai, untuk resmi dinyatakan sebagai Calon Presiden Amerika Serikat.

Kepastian ini muncul setelah 50 negara bagian di AS membacakan pilihan mereka dalam ajang konvensi yang berlangsung di Philadelphia, Selasa (26/7/2016) malam atau Rabu pagi WIB.

Bernie Sanders, yang menjadi pesaing hingga babak terakhir ini pun menyampaikan pidato dukungannya. Hal ini sekaligus mempertontonkan kesatuan yang ada di tubuh Partai Demokrat.

Meski sebelumnya, para pendukung Sanders sempat mencemooh kubu Hillari di hari-hari pertama berlangsungnya konvensi.

Ketegangan pun sempat memuncak ketika serangkaian surat elelektronik di Partai Demokrat bocor pekan ini. Dalam bocoran itu terungkap bahwa partai yang seharusnya mengambil posisi netral ternyata bias dan cenderung melawan Sanders.

Di tengah segala kondisi itu, Sanders dan Clinton terlihat bekerja untuk meredakan ketegangan dan menenangkan protes di dalam ajang konvensi.

Ketegangan mulai berangsur mereda pada Senin malam, setelah Bernie Sanders, dana nama-nama besar di Partai Demokrat seperti Senator Massachusetts Elizabeth Warren, dan Ibu Negara Michelle Obama agresif menyatakan dukungan untuk Hillary.

Saat mendatangi arena konvensi, pada Selasa, Wakil Presiden Joe Biden menepis anggapan bahwa pendukung Sanders akan memilih calon Partai Republik Donald Trump.

Sementara itu, mantan Presiden Bill Clinton dalam pidatonya menyampaikan alasan mengapa istrinya harus mengambil pekerjaan lama dia sebagai Presiden AS.*

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved