Jumat, 22 Mei 2026

Esthon Foenay Resmikan Monumen Salib di Sumlili

Wilayah Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai daerah wisata bahari dan rohani.

Tayang:
Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
ist
Esthon Foenay saat meresmikan pembangunan Tiang Salib di Pantai Tesabela, Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Sabtu (16/7/2016). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Wilayah Desa Sumlili Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai daerah wisata bahari dan rohani. Pemerintah daerah harus lebih serius dalam mengembangkan pembangunan di wilayah ini.

"Hari ini kita mencatat sejarah dengan diresmikannnya tugu salib di Dusun V Desa Tesabela dapat memberi nilai tambah bagi masyarakat NTT khususnya di Kabupaten Kupang. Ini perlu diingat sebagai berkat Tuhan kepada kita semua," kata Ketua DPD Partai Gerinda NTT, Esthon Foenay saat meresmikan pembangunan Tiang Salib di Pantai Tesabela, Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Sabtu (16/7/2016).

Tugu salib yang dibangun persis di atas batu karang ini, menurut Esthon, menambah satu lagi obyek wisata di Kecamatan Kupang Barat yang selama ini terkenal dengan wisata bahari. Ke depan, ujarnya, tugu salib ini dapat dijadikan sebagai lokasi wisata religi.

"Saya sudah dua kali ke Yerusalem mengikuti wisata rohani, namun pantai di sana tidak seindah dengan yang ada di Batulesa. Bae sonde bae, Kupang Barat lebih bae," kata Esthon disambut tepuk tangan warga Desa Tesabela.

Esthon memberi apresiasi kepada Yayasan Gerakan Peduli Sosial (YGPS) NTT yang telah membantu menyelesaikan pembangunan tugu salib. Bantuan serupa juga diberikan oleh YGPS NTT membantu pembangunan Gereja Bukit Sion yang menyumbang 800 lembar seng.

"Pengresmian tugu ini harus dimaknai sebagai kekerabatan dan harmoni masyarakat Desa Sumlili sehingga perlu dirawat dan dipelihara," pintanya.

Camat Kupang Barat, Yusak Ulin menyampaikan terima kasih kepada YGPS NTT dan warga Desa Sumlili khususnya Dusun V Desa Sumlili yang telah bergotong royong membangun tugu salib di Pantai Sumlili. Yusak berharap masyarakat harus bisa mendukung program pemerintah dalam bidang pariwisata dengan menjaga keamanan dan kebersihan Pantai Tesabela.

"Kalau pantai ini bersih tentu wisatawan akan terus berkunjung ke sini. Dan yang paling penting adalah jaga keamanan. Apabila ada barang-barang dari wisatawan yang tertinggal agar dikembalikan. Ini akan menjadi buah bibir wisatawan ke wisatawan yang lain untuk terus berkunjung ke Tesabela," kata Yusak.

Ketua Pembangunan Tugu Salib, Folkes Hailitik, mengatakan, pembangunan ini dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat Dusun V Desa Tesabela selama hampir dua bulan sejak Mei 2016. "Pembangunan tugu salib ini dapat terlaksana berkat sumbangan dari YGPS NTT melalui bapak Wong Atek," katanya. (*eko)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved