Sebuah Refleksi Sokan Teibang

Mafia Bola Piala Gubernur

Perseftim Flotim berhasil mengalahkan Persab Belu 3-2. Hasil ini menuai kritikan. Ini catatan Sokan Teibang dalam akun facebooknya.

Editor: Sipri Seko

Perseftim Flotim berhasil mengalahkan Persab Belu 3-2 di Stadion Oepoi, Selasa (19/7/2016). Hasil ini menuai kritikan. Nitizen banyak membuat catatan dan komentar mengenai hasil ini. Ini adalah catatan Sokan Teibang dalam akun facebook-nya.

DIBALIK asyiknya tayangan Bola yang dipertontonkan Perseftim Vs Persab Belu, rupanya ada badai heboh yang dugaan kuat didalangi oleh oknum yang berkepentingan dalam meloloskan dua tim ini keputaran selanjutnya dengan melakukan mafia pengaturan skor untuk menghentikan langkah Persap Alor yang juga berpeluang lolos. Tulisan ini tidak sebagai bukti kekecewaan atau kegembiraan pihak tertentu tetapi hanya sebagai catatan untuk kita refleksikan bersama nasib sepak bola NTT yang akan terpuruk jika tradisi pengaturan skor terus dipertahankan..

Skuad Perseftim yang dengan kualitas pemain dan teknik permainan baik penguasaan bola, menyerang dan bertahan yang begitu bagus menjadi tidak ada artinya dalam pertandingan tadi, begitu juga Persap Belu yang begitu mendominasi di grup ini kelihatan kehilangan identitas permainan. Irama dan tempo permainan serta pergantian pemain di pertandingan tadi sore cukup menyadarkan orang yang buta soal sepak bola sekalipun tau kalau ada skenario yang sudah direncanakan untuk memastikan skor yang mestinya akan diperoleh sehingga ada kuda hitam lain yang harus terpaksa dikorbankan dengan begitu kentara mengabaikan nilai fair play dan semangat sportivitas.

Soal menang dan kalah atau lolos atau tidak lolos adalah hal biasa yang akan diterima setiap orang dalam setiap kompetisi termasuk sepak bola. Persoalan kemudian adalah akan menjadi penyakit sepak bola NTT jika cara-cara tidak sportif dipraktekan dalam permainan sepak bola.

Pengaturan skor sepak bola menggenapi pepatah "dimana ada madu, disitu ada lebah". Sepak bola bagaikan madu dan mereka yang berkomplot dalam pengaturan skor bagaikan lebah. Skandal pengaturan skor akan merusak sendi-sendi integritas sepak bola. Masyarakat akan menaruh keraguan akan integritas olah raga khususnya sepak bola, mereka tidak akan mempercayai lagi hasil pertandingannya...

Maukah kita sepak bola NTT demikian bobrok karena imbas oleh campur tangan kelompok orang yang ingin memenuhi nafsu kemenangan semata dengan mengabaikan nilai fair play yang merupakan jiwa dari sepak bola?? Kiranya skenario yang telah dimainkan dengan tuntas oleh sang sutradara di lapangan Stadion Oepoi Kupang hari ini cukup menyadarkan kita untuk bisa berbenah diri dalam manatap turnamen sepak bola di kompetisi lainnya yang akan datang.semoga kerusakan wibawa sepak bola NTT akibat praktek pengaturan skor demikian serius mengancam nilai sportivitas di saat pertandingan penentuan lolos ke putara berikut yang diperebutkan antara Perseftim vs Persab Belu ini segera dikembalikan dijalannya pada pertandingan berikut. Semoga...!!!

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved