Kasus Desa Tohe, Polisi Hanya Usut Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kades

Aparat Penyidik Polres Belu ternyata hanya menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang kepala desa oleh Emanuel Besin ketika masih menjabat sebagai kep

Kasus Desa Tohe, Polisi Hanya Usut Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Kades
POS KUPANG/FREDRIK BAU
Kapolres Belu, AKBP Michael Ken Lingga

Laporan wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA -- Aparat Penyidik Polres Belu ternyata hanya menyelidiki dugaan penyalahgunaan wewenang kepala desa oleh Emanuel Besin ketika masih menjabat sebagai kepala desa.

Sedangkan dugaan korupsi penyalahgunaan keuangan beras miskin (raskin)di desa itu tidak diusut.

Kapolres Belu, AKBP Michael Ken Lingga melalui Kasat Reskrim, Iptu Nyoman GA Putra kepada wartawan di Mapolres Belu, Senin (18/7/2016) mengatakan, pihaknya hanya mengusut sesuai laporan masyarakat.

Dan laporan yang masuk adalah terkait dugaan penyalahgunaan wewenang kepala desa ketika Emanuel Besin masih menjabat. "Kita hanya usut dugaan penyalahgunaan wewenang sesuai laporan masyarakat," ungkapnya.

Dikatakannya, dugaan penyalahgunaan wewenang itu antara lain, memberikan raskin kepada yang tidak berhak.
Seperti diketahui, Emanuel Besin telah dicopot darijabatan kepala desa Tohe, Kecamatan Raihat dengan alasan karena ada temuan inspektorat. Hal ini berawal dari laporan sejumlah warga ke polres Belu setahun yang lalu.*

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved