Dua Makam Digali Hari Pertama

Penggalian makam keluarga Tambouy di ujung Runway 25 Bandara Eltari dimulai sejak Senin 17 Juli 2016.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/YENI RACHMAWATI TOHRI
Inilah lubang galian makam yang belum ditutup, Selasa (19/7/2016). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Yeni Rachmawati

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Penggalian makam keluarga Tambouy di ujung Runway 25 Bandara Eltari dimulai sejak Senin 17 Juli 2016.

Ada sekitar 30 keluarga Tambouy yang hadir untuk menggali dan menyaksikan penggalian makam tersebut.

"Sebelum dimulai penggalian, kami mengadakan breafing safety terlebih dahulu. Sebab masuk di area runway, maka ada larangan-larangan yang perlu ditaati," tutur Sales Head and Safety Manager Angkasa Pura I, Gabriel Keraf.

Sebagaimana disaksikan, di lokasi pemakaman tersebut ditandai oleh bongkahan batu karang. Makam kepala suku telah ditemukan terlebih dahulu dan sudah dimakamkan hari ini.

Dalam galian tersebut, para keluarga mengumpulkan tulang tengkorak manusia yang sudah hancur dan ada yang masih utuh seperti tulang kepala, uang perak, kaki dan tangan.

Gelang dan cincin timor yang dibawa saat melakukan pemakaman sejak tahun 1957 ini masih utuh dan selimut yang sudah hancur.

Tulang tengkorak tersebut disusun oleh keluarga dan dimasukkan ke dalam peti, kemudian dimakamkan.*

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved