Undana Jalin Kerjasama dengan Kemenkeu RI

Untuk menjadikan Undana sebagai badan layanan umum (BLU), Rektor Undana, Prof. Ir. Fred Benu telah mempresentasikan dokumen BLU di Kementerian Riset,

Undana Jalin Kerjasama dengan Kemenkeu RI
HUMAS UNDANA
Rektor Undana, Prof. Ir. Fred Benu dan Kaban Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu RI), Sumiyati, Ak., M.F.M saat penandatangan MoU antara kedua lembaga di aula lantai tiga gedung Rektorat Undana, Kamis (14/7/2016) siang. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Marho

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Untuk menjadikan Undana sebagai badan layanan umum (BLU), Rektor Undana, Prof. Ir. Fred Benu telah mempresentasikan dokumen BLU di Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan (Kemenristekdikti) RI.

Dalam waktu dekat, segera mempresentasikan lagi di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Kementerian Keuangan.

Rektor Undana, Prof. Ir. Fred Benu mengatakan hal itu pada
penandatanganan nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kementerian Keuangan Republik
Indonesia (Kemenkeu RI) yang digelar di aula lantai tiga gedung Rektorat Undana, Kamis (14/7/2016) siang.

Penandatangan MoU dilakukan Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si., Ph. D selaku Rektor Undana dan Sumiyati, Ak., M.F.M selaku Kaban Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu RI) dan disaksikan para Pembantu Rektor, Dekan , Ketua Lembaga dan sejumlah pejabat Badan Pendidikan dan Pelatihan Kemenkeu RI.

Fred Benu berharap presentasi dokumen BLU di Kemenkeu nantinya bisa mendapat respon positif. Sebelum dokumen BLU dipresentasikan, Fred Benu meminta tim dari Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu RI untuk memberi masukan tentang hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan Undana menjelang presentasi dokumen BLU di Kemenkeu
nantinya.

Sementara terkait penandatangan MoU, Prof Fred Benu menyambut baik dan menilai kerja sama tersebut sangat bermanfaat bagi penguatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya di bidang pengelolaan keuangan, tidak saja bagi mahasiswa, dosen dan pegawai Undana, namun pada umumnya bagi masyarakat dan pemerintah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Prof. Fred Benu juga berharap, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu perlu turun ke desa-desa untuk memberi pelatihan pengelolaan keuangan kepada aparat desa. Bila tidak, maka dana desa senilai Rp 2 miliar yang disalurkan pemerintah bisa menimbulkan masalah dikemudian hari, dan imbasnya adalah masyarakat tidak mendapat kesejahteraan.

Sementara Kaban Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Kemenkeu RI, Sumiyati, Ak., M.F.M dalam sambutannya, mengatakan, tugas utama dari badan yang dipimpinnya adalah memberikan pendidikan dan pelatihan keuangan serta memberikan sertifikasi dan kompetensi di bidang keuangan negara kepada pihak pengelola keuangan.

Kerjasama tersebut bisa dilakukan dengan mengadakan team teaching bagi para pegawai, dosen maupun mahasiswa Undana.

Pasalnya, kata Sumiyati, para dosen telah memiliki teori dan konsep, sehingga pihaknya akan memberikan pelatihan praktis soal pengelolaan keuangan negara.

Ia berhadap kerjasama dengan Undana bisa terjalin dengan baik, bahkan dengan lembaga-lembaga keuangan lainnya di NTT.*

Penulis: maksi_marho
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved