Bangunan Perpustakaan Jadi Ruang Guru
peran perpustakaan di TTU secepatnya harus dikembalikan pada fungsi pokoknya.
POS KUPANG.COM, KEFAMENANU - Bangunan Perpustakaan Jadi Ruang Guru Keberadaan perpustakaan di sejumlah satuan pendidikan di Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dikategorikan belum optimal.
Bagaimana tidak, wadah pembangkit semangat anak-anak untuk membuka wawasan ternyata banyak mengalami kekurangan buku-buku, guru yang seharusnya mengajar malah dibebankan sebagai pustakawan. Ironisnya, ada juga bangunan perpustakaan yang dialihfungsikan menjadi ruangan guru atau kantor.
Hal ini diakui Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Kabupaten TTU, Donatus Kolo di ruang kerjanya, Rabu (13/7/2016). Dia ditanya soal peran perpustakaan dalam mengimplementasikan program nasional, yakni gerakan literasi nasional yang baru dicanangkan pemerintah pusat belum lama ini.
Donatus Kolo menjelaskan, peran perpustakaan di TTU secepatnya harus dikembalikan pada fungsi pokoknya.
"Mulai tahun ajaran baru ini setiap pagi ketika mulai jam pelajaran, 10-15 menit pertama harus dialokasikan kepada siswa-siswi untuk membaca naskah atau buku apa saja sesuai pilihan masing-masing guru,"tegasnya.
Kekurangan perpustakaan saat ini, demikian Donatus, banyak kekurangan buku bacaan.
"Banyak yang mengalihfungsikan bangunan perpustakaan menjadi kantor atau ruangan guru. Kami sudah perintahkan semua kepala sekolah bahwa perpustakaan harus kembali pada fungsinya supaya kekurangan bisa diinput ke Dinas PPO agar secara bertahap bisa lengkapi buku-buku dan lainnya," kata Kolo.
Lanjutnya, semua pihak harus mendorong anak untuk mahir membaca.
"Prinsip kita yakni buku adalah jendela dunia. Melalui buku bacaan apa saja anak bisa mengetahui segala macam aspek ilmu pengetahuan lainya,"ujar Kolo.
Terkait peran perpustakaan di sekolah-sekolah, demikian Kolo, selama ini belum optimal. Untuk itu, sepantasnya semua sekolah memiliki petugas pengelola perpustakaan, namun dalam hal atau dalam kaitan dengan implementasi selama ini sebagai tugas tambahan bagi para guru. Contohnya di SD Leob, SMP dan SMA negeri di dalam kota.
Dalam struktur kepegawaian secara keseluruhan merupakan salah satu jabatan fungsional. Tetapi selama ini hampir semua sekolah belum ada tenaga fungsional khusus sebagai pustakawan.
"Dalam angka kredit untuk kenaikan pangkat dan lain-lain, nilainya sangat sedikit sehingga sering dijadikan sebagai tugas tambahan. Ada yang sudah terlatih dan ada yang belum sama sekali terlatih sebagai tenaga pustakawan,"kata Kolo.(abe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/perpustakaan-daerah_20160621_155830.jpg)