Korban Pembacokan di Maumere Mengaku Pelaku Dua Orang

Yohanes, warga Desa Wogalirit, Kecamatan Doreng ini, menuturkan kalau tangan kirinya putus usai dibacok Geni Fensius Koli dengan parang.

Korban Pembacokan di Maumere Mengaku Pelaku Dua Orang
POS KUPANG/ARIS NINU
Korban pembacokan di Maumere 

POS KUPANG.COM, MAUMERE -- Yohanes Yukalis mengaku masih pusing dan belum pulih. Ia masih terbaring lemah di ruangan Dahlia RSUD Maumere didampingi istrinya, Sisilia Soge.

Yohanes, warga Desa Wogalirit, Kecamatan Doreng ini, menuturkan kalau tangan kirinya putus usai dibacok Geni Fensius Koli dengan parang.

Geni membacoknya ketika ia mau ke kebun lalu ketika ia sedang dalam keadaan tidak siap.

"Geni potong saya dengan parang ketika saya sedang jalan mau ke kebun. Setelah Geni potong saya dengan parang di tangan kiri, Bernardus Bura juga ikut bacok saya. Jadi Geni dan Bernardus yang buat saya harus menginap di rumah sakit selama satu minggu dua hari. Saya sudah beritahu polisi Polsek Bola kalau Bernardus juga terlibat," ujar Yohanes, yang ditemui Pos Kupang di Ruangan Dahlia RSUD Maumere, Senin (4/7/2016) pagi.

Ketika ditemui, Yohanes tanpa mengenakan baju. Di tangan kirinya masih terbalut verban. Di bahu dan tangan kanannya pun ada verban.

"Hari ini (kemarin, Red) dokter sudah ijinkan saya pulang tapi saya masih pusing. Saya mau duduk dan berdiri pusing pak," tutur Yohanes.

Yohanes mengaku apa yang dialami sungguh membuatnya harus kehilangan tangan kiri. Namun ia berterima kasih karena tangan kirinya bisa disambung dengan cara digips.

"Tangan kiri saya putus karena dibacok. Waktu itu terlepas karena tulang siku tangan kiri putus usai dibacok Geni," papar Yohanes.

Yohanes menuturkan, kejadian yang menimpa dirinya telah membuat keluarganya terpukul. Bahkan dirinya mungkin tidak dapat bekerja lagi untuk menghidupi anak istrinya.

"Dokter bilang jangan pulang ke rumah dulu dekat-dekat di Maumere, biar dipantau tangan kiri saya. Saya juga berterima kasih karena ketika saya mau dioperasi ada orang yang membantu mendonorkan darahnya . Waktu saya mau dioperasi butuh delapan kantong darah," kata Yohanes.

Sisilia, istri Yohanes mengaku sudah lega dan senang suaminya sudah bisa diperbolehkan pulang.(ris)

Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved