Wah, "Brexit" Hantam Harta Para Jutawan dan Miliuner Inggris

WealthInsight mendefinisikan HNWI sebagai mereka dengan kekayaan di atas 1 miliar dollar AS

Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/AP
AP Photo/Matt Dunham - Foto patung Winston Churchill menghadap Houses of Parliament London, Jumat (24/6/2016). 

POS KUPANG.COM - Warga terkaya Inggris saat ini menjadi lebih miskin akibat voting Brexit pada bulan lalu, dan mereka akan terus menghadapi berita keuangan yang memburuk, menurut lembaga konsultasi kekayaan internasional, dalam laporannya.

Laporan WealthInsght ini menyebutkan, kebanyakan HNWI (high-net worth individual) di Inggrs, yakni sekitar 14,3 persen, memiliki kekayaan pada industri layanan keuangan. Yang mana, miliaran dollar telah raib di pasar baru-baru ini, yang membuat kantong HNWI ini menipis.

"Terlebih lagi badai ini belum berlalu untuk HNWI dengan investasi di pendanaan makro, yang mengalami kerugian paling dalam," ujar lembaga konsultasi ini.

WealthInsight mendefinisikan HNWI sebagai mereka dengan kekayaan di atas 1 miliar dollar AS.

Sebanyak 15 warga terkaya Inggris kehilangan secara totl 5,5 miliar dollar AS di pasar saham pasca voting Brexit, menurut data Bloomberg.

Orang terkaya Inggris, Gerald Grosvenor, kehilangan 1 miliar dollar AS diikuti pemilik Topshop, Philip Green, Charles Cadogan dan Bruno Schroder.

Poin lain yang menyakitkan bagi para orang kaya ini adalah, pasca referendum akan ada penundaan pubikasi aturan baru untuk "non-doms" atau status pajak bagi orang kaya yang terlahir sebagai orang asing.

Penangguhan tersebut akan menambah ketidakpastian pada aturan baru yang dikabarkan akan dirilis pada 2017 mendatang, menurut WealthInsight. (kompas.com)

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved