Berita Timor Rote Sabu
Guido Opat Diratapi Dua Adiknya
Sambil berlari menuju pintu mobil jenasah, Martinus Opat (12) bersama adiknya Yuliana Opat (10) tak henti - hentinya meratapi kepergian sang kakak
Penulis: John Taena | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, John Taena
POS KUPANG.COM, KUPANG - Kedua anak kecil itu tak mampu menahan isak tangis tatkala mobil jenasah milik RSUD Prof. W. Z. Johanes, memasuki halaman sebuah rumah kecil di wilayah RT 10A, RW 04, Kelurahan Oepura, Kota Kupang.
Sambil berlari menuju pintu mobil jenasah, Martinus Opat (12) bersama adiknya Yuliana Opat (10) tak henti - hentinya meratapi kepergian sang kakak, Guido Opat (18), yang selama ini menjadi tulang punggung untuk menghidupi mereka.
"Mereka punya bapak sudah meninggal, sementara mamanya kawin lagi. Selama ini Dia (korban) yang jadi tulang punggung untuk adik- adiknya," ujar salah satu pelawat di rumah duka.
Informasi yang dihimpun Pos Kupang.com, di rumah duka menyebutkan, Martinus Opat (12) sudah putus sekolah saat berada di bangku kelas V.
Sementara Yuliana Opat (10) masih duduk di bangku kelas tiga SD Oepoi, Kota Kupang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/korban-meninggal-akibat-pecahan-kaca_20160704_183543.jpg)