Situs Liang Bua: Jarak Dekat Tapi Sulit Ditempuh
Batu sebesar buah mangga dan kerikil berserakan membuat setiap pengguna jalan perlu ekstra waspada agar tak sampai mencium jalan.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Kanis Jehola
Laporan Wartawan Pos Kupang, Egy Moa
POS KUPANG.COM, RUTENG - PENEMUAN fosil manusia purba Flores (Homo Floresiensis) di Gua Liang Bua, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, telah terkenal di seluruh dunia. Setiap hari wisatawan asing dari mancanegara dan domestik mengunjungi situs itu.
Akses dari Kota Ruteng menuju ke situs yang terletak di pinggir Kampung Rampasasa, sejauh belasan kilometer itu relatif mudah dijangkau menggunakan sepeda motor atau mobil minibus.
Namun, jangan bayangkan jarak belasan kilometer itu akan mudah ditempuh sampai di tempat tujuan. Dari Kampung Karot, pinggiran Kota Ruteng sejauh 6 Km, jalan aspal masih tampak mulus membelah sawah, saluran irigasi dan hunian penduduk di sisi kiri dan kanan jalan.
Memasuki Kampung Golo Bilas, seterusnya Wae Peca, Ru'a, Golo Watu, Ranggi, hingga Kampung Rampasasa, aspal berlubang-lubang memenuhi sepanjang ruas jalan selebar 3-4 meter. Batu sebesar buah mangga dan kerikil berserakan membuat setiap pengguna jalan perlu ekstra waspada agar tak sampai mencium jalan.
Keadaan yang lebih riskan ditemukan pada beberapa tikungan jalan yang mirip huruf S. Lubang aspal dari tengah ke pinggir jalan menyulitkan pengendara menghindarinya. Lebih menyulitkan ketika hujan melintasi jalan menjadi licin.
Cerita Maksimus Mangga, warga Kampung Damu, dan Marselinus Doni, warga Kampung Ranggi, kepada Pos Kupang, Minggu (19/6/2016), mengatakan, pengendara sering jatuh terutama lewat tikungan. Ketika musim hujan, tanah merah dan licin lebih membahayakan pengguna sepeda motor.
"Ini saja satu-satunya jalan menuju ke kota (Ruteng) yang paling dekat. Setiap hari lalu lalang kendaraan lewati di jalan ini. Semestinya jalan menuju ke tempat wisata jadi prioritas diperbaiki. Setiap hari wisatawan lewat di sini, mereka lihat jalan yang begini jelek," keluh Maksimus. (*)