Lipsus Gaya Hidup Sulam Alis
Bukan Lagi Kemewahan
Sulam bibir pun beraneka macam. Warnanya tergantung permintaan klien, ada yang mau coklat tua, coklat muda, hitam, merah, putih dan sebagainya. Mery K
POS KUPANG.COM -- Pemilik Key Salon di Ruko Flobamora Mall Kupang, Mery Kristin Natalia Umbu Jima mengatakan, tampil cantik sudah menjadi kebutuhan perempuan. Kecantikan bukan lagi kemewahan yang hanya bisa dinikmati orang tertentu saja.
Ia mengatakan, sulam alis dan bibir sudah ada di Kota Kupang sejak tahun 2013 dan sekarang sedang tren. Perempuan tidak mau lagi direpotkan dengan harus ke salon setiap kali mau menghadiri acara formal atau bepergian.
Di Key Salon, katanya, ia memberikan harga terjangkau dengan tetap mengedapankan kualitas. "Dengan harga Rp 750 ribu saja, mereka sudah bisa memiliki alis yang bagus, bibir yang mungil dan merona. Kalau misalkan orang mau ke kantor atau kemana-mana bisa lebih cepat," ujarnya.
Ia menjelaskan, untuk menggambar alis butuh waktu 10 sampai 15 menit. Yang belum mahir bisa sampai setengah jam, belum lagi miring, terlalu tebal atau tipis. Pilihan paling gampang sulam alis.
Menurutnya, proses sulam harus diawali gambar dulu. Kalau sudah sesuai bentuk wajah dan klien setuju baru mulai menyulam. Yang datang ke Key Salon mulai dari anak muda sampai orang tua. Mereka ikut style yang tren.
"Kalau oma-oma suka yang alisnya agak naik supaya terlihat lebih muda. Tergantung keinginan klien, ada yang mau naik, turun, rata saja, mau kecil, besar, tebal ataupun tipis," katanya.
Menurutnya, sulam alis terbagi dalam beberapa jenis yakni sulam tiga dimensi, enam dimensi dan seding alis. Banyak orang memilih seding yakni digambar pakai pensil sehingga lebih rapi dan teratur.
Sulam bibir pun beraneka macam. Warnanya tergantung permintaan klien, ada yang mau coklat tua, coklat muda, hitam, merah, putih dan sebagainya. Mery Kristin memberikan garansi menyulam bibir maupun alis di Key Salon tidak bengkak dan sakit. Seusai sulam klien langsung bisa beraktivitas.
Pemilik Melisa Salon Kupang, Indah Surya mengatakan, yang terbaru adalah microblading dari Korea seperti serat bulu alis yang hasilnya lebih memuaskan.
Untuk sulam bibir warna disesuaikan dengan kondisi bibir klien. Ada yang merah, oranye dan pink.
"Yang sering minum kopi dan merokok biasanya mengurangi daya tahan warna bibir. Ada batasan minimal yakni (bertahan) satu tahun. Untuk alis bisa tiga tahun," kata Indah.
Menurut Indah, kliennya datang dari berbagai daerah di NTT. "Setiap hari minimal empat sampai lima orang dari Kota Kupang maupun dari luar seperti Labuan Bajo, Ruteng, Sumba, Alor," ujarnya. Diakuinya, untuk sulam alis dan bibir ada efeknya yakni sakit dan memerah. Untuk bibir yang sedang mengalami radang, iritasi, pecah- pecah atau sariawan tidak dianjurkan untuk sulam.
Kepada Pos Kupang, Jumat (17/6/2016), Ketua Jurusan Kecantikan di SMK Negeri 3 Kupang, Zainab Djawas mengatakan, sulam alis, bibir, silikon dan sebagainya sudah masuk perawatan estetika. Resikonya ada. Misalnya terjadi perubahan pada wajah yang fatal atau kecelakaan lainnya.
Ia mengingatkan semua upaya untuk kecantikan pada dasarnya baik, tetapi selalu ada dua sisi yaitu positif dan negatif. Negatif misalnya klien yang datang tidak tahu apakah alat yang digunakan steril atau tidak. Intinya perlu memperhatikan serius aspek kebersihan dan kesehatan. Bagi yang suka menyulam bibir, alis atau aliner, dia menyarankan ke klinik kecantikan yang sudah ada dokternya. (nia/ira)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/sulam-alis-1_20160703_181438.jpg)