Gertak Minta Polisi Harus Tangkap Juga Kepsek SMUN 2 Kupang Timur

Dasar hukumnya, lanjut Ndaumanu, yakni pasal 55 KUHP ayat 1 dan 2, butir 2e dan 2e jo pasal 56 ayat 1 dan 2.

Gertak Minta Polisi Harus Tangkap Juga Kepsek SMUN 2 Kupang Timur
POS KUPANG/JULIANUS AKOIT
Tampak Stefanus Juman diinterogasi Kepala KSPK Ipda M. Nawawi, S.H di Mapolres Kupang, Senin 27/6/2016 sore. 

Laporan wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Aparat penyidik Polres Kupang harus menangkap Kepsek SMUN 2 Kupang Timur, Drs. Daniel Seran dan Theresia Molan, guru agama di SMUN 2 Kupang Timur sekaligus calon istri hakim agung gadungan, Stefanus Salung alias Stefanus Juman, S.H, M.M.

"Sebab kedua orang ini dianggap turut serta dan membantu terjadinya tindak pidana pemerasan terhadap korban, Yulius Bera Tanawahang, guru di SMUN 2 Kupang Timur," jelas Ketua Forum Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Kabupaten Kupang, Absalom Ndaumanu, Sabtu (2/7/2016).

Dasar hukumnya, lanjut Ndaumanu, yakni pasal 55 KUHP ayat 1 dan 2, butir 2e dan 2e jo pasal 56 ayat 1 dan 2.

"Karena kedua orang itu terbukti dengan sengaja membantu melakukan kejahatan atau sengaja memberikan kesempatan dengan menggunakan kekuasaan dan pengaruh sehingga terjadi tindak pidana pemerasan terhadap korban," jelas Ndaumanu.

Buktinya, kata Ndaumanu, surat perjanjian membayar uang hasil pemerasan sebesar Rp 3 juta tertanggal 18 Juni 2016 ditandatangani pula oleh Kepsek SMUN 2 Kupang Timur, Drs. Daniel Seran dan Theresia Molan.

Surat itu diberi meterai enam ribu rupiah. Dan itu bukti sah di hadapan hukum. Dan bukti surat itu sudah disita penyidik polisi.

Penulis: Julius Akoit
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved