Piala Eropa 2016
Antre Menikmati Tengkorak
Ada dua tempat wisata di Paris yang membutuhkan perjuangan ekstra, mengantre panjang untuk bisa masuk ke dalamnya:Menara Eiffel dan Catacombe de Paris
POS-KUPANG.COM - Ada dua tempat wisata di Paris yang membutuhkan perjuangan ekstra, mengantre panjang untuk bisa masuk ke dalamnya: Menara Eiffel dan Catacombe de Paris.
Menara Eiffel pernah saya lewati beberapa kali dan antreannya memang membuat malas untuk masuk. Setiap kali ke sana, para pengantre mengular dengan jumlah mencapai sekitar 500 orang.
Hal serupa didapati pula di Catacombe de Paris. Ini adalah tempat wisata lumayan ekstrem berupa lorong bawah tanah sejauh 1,7 kilometer yang dipenuhi timbunan tengkorak dari abad kelima masehi. Tadinya saya skeptis dan bertanya-tanya apakah mungkin orang-orang sampai rela mengantre berjam-jam hanya untuk melihat tengkorak?
Menuntaskan kepenasaran, saya pun berniat menyambangi spot wisata yang terletak di Avenue du Colonel Henri Rol-Tanguy, Paris ini. Dan ternyata, begitu keluar dari stasion metro Denfert-Rochereau, saya dibuat terpana melihat panjangnya antrean menuju tempat tersebut.
Dari seberang jalan, terlihat sekitar 400-500 orang berbaris memanjang dan berkelok mengikuti jalan yang berbelok untuk bisa masuk ke Catacombe.
Penampilan luar fisik Catacombe sendiri jauh dari indah. Hanya berupa bangunan satu lantai ukuran sekitar 25 meter persegi dengan desain ala kadarnya yang dicat warna hijau gelap.
Ada pintu masuk ukuran satu orang tempatnya orang masuk untuk mengambil tiket, sebelum turun menyusuri kegelapan di lorong bawah tanah.
Saya tiba di sana sekitar pukul 12.00 waktu setempat. Dua jam sesudah tempat tersebut dibuka. Namun ternyata, banyak pengunjung yang sudah mengantre sejak jam 08.00, atau dua sebelum tempat dibuka.
Yang membuat antrean kian panjang adalah, untuk satu kali perjalanan menyusuri lorong bekas tambang tersebut, pengunjung hanya dibatasi 200 orang. Dan mereka akan menempuh perjalanan di bawah tanah selama 45 menit. Tiket masuknya 12 euro dan 27 euro untuk paket lengkap beserta audio guide.
Alex, seorang pengunjung asal Seatle Amerika Serikat, mengaku sudah menunggu hampir 2,5 jam. "Saya sudah beli tiket online, tapi ternyata tetap harus mengantre. Harusnya saya datang pagi-pagi sebelum tiket dibuka," ujar Alex yang datang bersama istri dan kedua anaknya. Ia bertahan dalam antrean karena jauh-jauh hari sudah menargetkan Menara Eiffel, dan Catacombe de Paris ini sebagai destinasi yang wajib dikunjungi di Paris.
Catacombes ini adalah tempat penampungan jutaan tengkorak peninggalan sejak abad kelima. Tadinya, saat itu di Paris tempat permakaman umum ada di daerah Saint-Innocents. Namun karena terus menampung jenazah selama 13 abad, tempat tersebut menjadi sangat padat, hingga terjadi pembusukan mayat di dalam tanah yang mencemari air sumur.
Atas prakarsa wali kota Paris pada 1875 jutaan pemakaman itu dipindahkan ke lorong bawah tanah di Catacombe ini. Korban Revolusi Perancis dan para tahanan perang pun pada 1788 hingga 1792 secara langsung juga ditempatkan di sana.
Di tempat inilah jutaan tengkorak , dan tulang-tulang manusia disusun dengan sangat rapi di dinding-dinding lorong, hingga menyerupai relief. Sebagian bentuknya masih utuh, sebagian lain sudah rusak, mungkin terkikis oleh waktu. Meski suasana dibikin temaram, namun tak terasa sama sekali suasana yang menakutkan. (tribunnews/den)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/logo-euro-2016_20160603_142459.jpg)