Breaking News:

Calon Kapolri

Tito Pengalaman Pimpin Senior Polri

Menurut Joko Widodo, perwira tinggi Polri yang masih berusia 51 tahun tersebut merupakan lulusan terbaik Akademi Polisi (Akpol) Angkatan 1987

Tito Pengalaman Pimpin Senior Polri
Warta Kota/Alex suban
Calon tunggal Kapolri, Komjen Tito Kurniawan

POS KUPANG. COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo akhirnya mengungkapkan alasannya memilih Komjen Pol Tito Karnavian sebagai calon tunggal Kapolri untuk menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti. Menurut Joko Widodo, perwira tinggi Polri yang masih berusia 51 tahun tersebut merupakan lulusan terbaik Akademi Polisi (Akpol) Angkatan 1987 dan mempunyai segudang prestasi.

"Semua sudah tahu, beliau kan dapat Adhi Makayasa," ujar Presiden saat jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/6). Adhi Makayasa merupakan penghargaan yang diberikan kepada lulusan terbaik di Akpol, Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), dan Akademi Angkatan Udara (AAU).

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti juga tercatat sebagai menerima penganugerahan Adhi Makayasa.

Selain mendapatkan penghargaan Adhi Makayasa, Presiden melihat sejumlah prestasi lainnya yang pernah diraih Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tersebut. "Kemampuan, kompetensi, kecerdasan, dan mampu membangun jaringan dengan rekan-rekan penegak hukum lainnya. Saya kira banyak," kata Presiden.

Menurutnya pengajuan Tito berdasarkan masukan dari berbagai pihak, baik Polri, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), dan masyarakat. "Proses pergantian Kapolri merujuk pada Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia," kata Presiden.

Sedang Tito Karnavian mengakui dirinya termasuk yunior dalam generasi di Polri. "Tapi ini perintah kepada saya sebagai prajurit, tidak boleh langgar perintah, apalagi perintah dari Presiden. Pasti akan saya lakukan semaksimal mungkin apapun risikonya," kata Tito ketika ditemui di gedung DPR, Jakarta, Kamis.

Tito menyatakan akan merangkul semua pihak termasuk senior di kepolisian. Ia mengaku sudah beberapa kali bekerja sama dengan para seniornya di Polri. "Waktu Kapolda Papua, saya digantikan senior angkatan 81, saya sendiri 87. Hubungan kami sangat baik dengan para senior. Di Polda Metro juga sama. Wakil saya angkatan 83. Orang ketiganya 85. Kemudian pejabat utama banyak angkatan 83, 84, 85, 86. Kami bisa kerjasama secara baik," tuturnya.

Terpenting, kata Tito, terkait komunikasi dengan senior dibutuhkan interpersonal skill. Tito mengingatkan membangun hubungan dengan semua pihak tetapi bukan berarti menyenangkan seluruhnya."Prinsipnya kita satu yaitu reformasi Polri," ujarnya.

Ia juga menuturkan Polri masih menjadi organisasi yang dipercaya publik dalam jajak pendapat serta survei. "Kita sama-sama dalam satu ikatan. Baik senior maupun yunior. Visinya membangun itu. Karena itu saya butuh dukungan semua pihak baik internal maupun eksternal," katanya. (tribunnews)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved