PAN DKI Sebut Yusril Cagub Islam dan Cagub Pribumi yang Populer

Pak Yusril seperti yang kita tahu, cagub muslim paling populer, cagub pribumi paling disukai. Pak Yusril sudah ketahuan kemampuannya

Kompas.com/Robertus Belarminus
Kompas.com/Robertus Belarminus Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) DKI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio di Graha Komando, Jalan Raya Cipinang Indah Nomor 1, Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa (19/4/2016). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA- Partai Amanar Nasional (PAN) sore ini, Jumat (17/6/2016) mengadakan acara sosialisasi bakal calon gubernur DKI Jakarta dengan mengundang Yusril Ihza Mahendra. Dalam acara sosialisasi ini, Yusril diminta menyampaikan visi dan misinya ke anggota DPW PAN DKI Jakarta dan Sekretaris Dewan Kehormatan PAN Putrajaya Husin.

"Pak Yusril seperti yang kita tahu, cagub muslim paling populer, cagub pribumi paling disukai. Pak Yusril sudah ketahuan kemampuannya. Kami dari DPP dan DPW menggelar karpet merah untuk beliau," ujar Ketua DPW PAN DKI Jakarta Eko Patrio.

Yusril kemudian menyampaikan sejumlah pandangannya tentang menyelesaikan permasalahan akut Jakarta seperti macet, banjir, dan sampah. Ia merupakan bacagub pertama yang diundang oleh PAN. Eko menyebut bahwa Yusril saat ini diprioritaskan oleh PAN. Para kader PAN secara individual sudah mendukung Yusril.

"Dengan Pak Yusril secara emosional kami dukung. Kami akan men-support, tapi kami juga punya kebijakan PAN memberi kesempatan terlebih dahulu kepada semua, baru kami survei. Tentu kami yakin kapabilitas Pak Yusril tidak kalah," kata Eko.

DPW PAN yang sendiri telah melakukan komunikasi politik dengan Partai Gerindra dan PDI-P.

Setelah menentukan calon, baru lah PAN akan berkoalisi. Eko menyatakan dengan banyaknya partai yang dipinang Yusril, tentu akan terbentuk koalisi besar untuk melawan Ahok yang maju melalui jalur independen. Sebab, PAN hanya memiliki dua kursi di DPRD DKI Jakarta.

"Mau dua kursi, 20 kursi, sama-sama seksi, sama-sama diperhitungkan, nggak bisa bicara masalah kursi," ujarnya.

Eko meyakinkan bahwa serangkaian proses yang pihaknya lakukan semata-mata adalah untuk menjalankan mesin partai mengusung calon yang bukan dari independen. PAN nantinya akan mengikuti koalisi partai lainnya yang memiliki kursi lebih besar.

Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved