LIPSUS

Toyota Rombak Penampilan

APM merek Toyota memasarkan mobil mulai dari mobil kecil low cost green car (LCGC) sampai mobil berkapasitas mesin besar untuk kalangan atas.

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: omdsmy_novemy_leo
The Verge
Mobil tanpa sopir buatan Baidu 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - APM merek Toyota memasarkan mobil mulai dari mobil kecil low cost green car (LCGC) sampai mobil berkapasitas mesin besar untuk kalangan atas. Kompetitor seperti Honda juga melakukan hal serupa.

Jika dulu Honda ogah hadir di segmen low multi purpose vehicle (low MPV) dan low sport utility vehicle (low SUV), kini Honda sukses menjadi runner up di low MPV dan jawara di low SUV.

Tak mau tersalip Honda, Toyota yang ada di bawah naungan PT Astra International Tbk (ASII) beberapa kali merombak penampilan low MPV dan low SUV andalannya. Memang ada kenaikan penjualan tapi tak signifikan.

Hingga akhirnya, ASII dikabarkan akan meluncurkan mobil baru di segmen LCGC tujuh penumpang. Berita KONTAN Jumat (27/5/2016) melaporkan, ASII berencana meluncurkan produk baru tersebut pada kuartal III.

Mobil baru dari Toyota jadi sorotan karena lebih murah dari low MPV sebelumnya, yaitu Avanza. Informasi yang diperoleh Kontan, "adik Avanza" tersebut berkonsep LCGC tujuh penumpang dengan nama Toyota Astra Cayla.

Namun, terkait produk baru tersebut, Anton Jimmi Suwandy, General Manager Marketing and Planning PT Toyota Astra Motor (TAM) enggan berkomentar.

"Belum bisa berkomentar tentang ini," kata Jimmi, Kamis (26/5/2016).
Jimmi bilang, akan memberikan kabar jika ada informasi terkait produk baru tersebut. Hal yang sama disampaikan Tira Adianti, Investor Relation ASII. Namun, Tira memberi kesan untuk menunggu peluncuran mobil itu.

"Saya juga belum mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak ATPM (Toyota). Kita tunggu saja pengumuman resminya kapan produk diluncurkan," kata Tira, Jumat (27/5/2016).

Kalau benar menggarap LCGC tujuh penumpang, maka Toyota menjadi merek kedua setelah Datsun Go+ di segmen itu. Penjualan LCGC jenis ini memang oke. Empat bulan pertama tahun ini, penjualan Datsun Go+ naik 26 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu.

Walaupun kabar tersebut belum terkonfirmasi, namun ASII saat ini berusaha mengejar penjualan bisnis otomotifnya. Maklum, otomotif berkontribusi 52 persen ke pendapatan dan laba. "Bisnis ini masih ada laba hanya saja turun karena kompetisi," kata Tira. Maka itu Tira memastikan, ASII berupaya untuk meningkatkan penjualannya. (kontan)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved