Berita Flores Lembata Alor

Musuem Daerah Mesti Gencar Promosi

Museum sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala perlu dikelolah secara baik dan menarik

Musuem Daerah Mesti Gencar Promosi
POS KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Kepala Desa Mengeruda, Laurensius Lole, Sekretaris Dinas PKPO Ngada Yojames Nahak, Kades Piga I Yohanes Wilhelmus dan beberapa warga saat menonton proses penggalian fosil Mata Menge yang ditayangkan di Meseum Geologi Bandung, Selasa (7/6/2016) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BAJAWA --Museum sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala perlu dikelolah secara baik dan menarik bagi banyak orang. Pengunjung bisa merasa jenuh kalau sekedar melihat benda-benda purbakala tanpa didukung dengan pelayanan prima, akurasi informasi dan hiburan lainnya. Museum selain tempat memberi edukasi juga hiburan.

Hal ini disampaikan Staf Bagian Pelayanan Informasi Publik pada Museum Geologi Bandung, Danang T Hadiputra saat ditemui Pos Kupang, Rabu (8/6/2016).

Danang mengatakan, ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan agar museum itu dikenal dan menarik pengunjung. Beberapa hal itu diantaranya, letak museum mesti strategis, pelayanan prima, promosi, sistem informasi yang bagus dan membuat event.

"Promosi itu penting, baik lewat media cetak maupun eletronik. Terus pelayanan staf juga mesti ramah, memberikan informasi yang bagus serta membuat event. Kita di sini event nigth at mesum sebulan sekali," tutur Danang yang mengaku siap memberi tips buat Pemda Ngada dalam hal promosi museum.

Danang mengatakan, membuat event di museum dan hiburan lainnya bisa menghidupkan suasana di museum dan menarik para pengunjung. Hal itu yang dilakukan museum geologi Bandung. Sejak tahun 2009-2016, lonjakan pengunjung di Museum Geologi Bandung mencapai 1.000-1.500 pengunjung setiap hari atau rata-rata 500.000 pengunjung per tahun.

Biaya masuk museum dihitung sesuai kategori. Pelajar/mahasiswa Rp 2.000 per orang, umum Rp 3.000 per orang dan pengunjung manca negara Rp 10.000 per orang. Dalam setahun jumlah pengunjung 500.000 orang dan bila dikalikan rata-rata Rp 3.000 per orang, maka 500.000 pengunjung dikalikan dengan Rp 3.000 sudah menghasilkan PAD senilai Rp 1,5 M per tahun. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved