TKI Asal Lembata ini Alami Stress di Nunukan

Petrus (51) asyik menikmati kopi paginya ketika Kompas.com menyambangi pria kelahiran Kabupaten Lembata di sebuah rumah penampungan.

TKI Asal Lembata ini Alami Stress di Nunukan
KOMPAS.com/SUKOCO
KOMPAS.com/SUKOCO Petrus eks TKI deportasi dari Malysia yang mengalami gangguan kejiwaan berkeliaran di Nunukan. Berkat penanganan Michael Watun, kondisinya sekarang bisa diajak bicara dan mulai membaik. 

Setiap warga memberi pakaian bagus untuk mengganti bajunya yang sudah kumal, Petrus akan menyimpannya dalam karung.

"Dia stres seperti itu karena memikirkan semua pakaian yang tertinggal di Malaysia sejak dideportasi. Makanya, dia bawa kemana-mana baju bekas yang diberikan warga selama di Nunukan," imbuh Michael Watun.

TKI gangguan jiwa

Ternyata Petrus bukan eks TKI yang mengalami gangguan jiwa pertama yang ditampung Michael Watun. Sejak deportasi besar-besaran tahun 2002 lalu, sudah belasan eks TKI yang depresi dia sembuhkan dan pulangkan ke daerah asal.

Menurut Michael, semua eks TKI yang mengalami gangguan jiwa tidak hanya membutuhkan obat agar sembuh, tetapi juga perhatian.

"Dengan sedikit perhatian, kita ajak bicara dengan bahasa daerah mereka, sedikit banyak membuat mereka bisa kembali kita ajak komunikasi," kata Michael.

Petrus merupakan salah satu eks pahlawan devisa yang dilupakan negara saat nasib mereka berada di titik balik kehidupan mereka. Tidak adanya campur tangan pemerintah pusat membuat Pemerintah Daerah Nunukan selalu kewalahan menangani keberadaan puluhan eks TKI yang mengalami ganguan jiwa setiap tahun.

Menurut Michael Watun, keberadaan kerukunan dari setiap etnis di Kabupaten Nunukan akan sangat membantu menangani eks TKI yang mengalami gangguan jiwa pasca-deportasi.

Selain memudahkan komunikasi, eks TKI yang mengalami gangguan jiwa juga akan lebih nyaman jika tinggal di tengah orang yang berasal dari daerah yang sama.

"Mereka juga butuh dihormati, jangan pernah memanggil mereka orang gila. Anak-anak saya biasakan untuk memanggil om atau bapak," kata Michael Watun.

Halaman
123
Editor: Ferry Jahang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved