Kami Pacaran Sudah Sering Tidur Brsama, Dia Buka Pakian Saya Lalu Meramas Buah Dada Saya

Tante korban TK mengaku kesal dan tidak terima atas perbuatan bejad yang dilakukan MA (20) terhadap keponakanya WA (17). Korban WA dikurung dan disetu

Kami Pacaran Sudah Sering Tidur Brsama, Dia Buka Pakian Saya Lalu Meramas Buah Dada Saya
Tribun Medan/Array A Argus
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Juan Seli Tupen

POS KUPANG.COM, KUPANG -- Tante korban TK mengaku kesal dan tidak terima atas perbuatan bejad yang dilakukan MA (20) terhadap keponakanya WA (17). Korban WA dikurung dan disetubuhi di kos-kosan milik MA di kawasan Bak Biru Jalur 40 selama lima hari terhitung sejak Kamis (2/6/2016) hingga diketahui keluarga korban pada Senin (6/6/2016) malam.

Keluarga korban yang saat itu panic langsung melapor ke Polsek Kelapa Lima.

Korban WA saat dintrogasi oleh aparat Polsek Maulafa, Senin (6/6/2016) mengatakan bahwa pelaku MA merupakan pacarnya.

Ia saat itu diajak oleh MA ke kos MA di Jalur 40 lalu MA menyetubuhinya hingga berulang-ulang.

"Kami dua pacaran sudah sering tidur bersama. Kemarin dia ajak saya ke kosnya katanya main-main tapi saya dipaksa bersetubuh. Dia buka seluruh pakian saya lalu meramas buah dada saya dan memasukan kelaminya hingga berulang-ulang,''ujar Korban

Ia mengakui bahwa persetubuhan yang dilakukan oleh MA terhadapnya bukan kali pertama namun sudah berulang-ulang.

Ia mengaku bersalah dan menyesali perbuatanya karena tak menyangka bermain ke kos pacarnya malah diajak tidur.

"'Saya tidur dengan dia di kos awalnya dia tidak bikin saya apa-apa namun lama kelamaan dia mulai pegang saya dan paksa saya bersetubuh. Saya menyesal main ke kos pacar malah ditiduri,''ungkap Korban.

Tante korban TK mengaku kesal dengan perbuatan pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran pihak Polsek Maulafa. Ia meminta agar pihak Polsek segera menangkap pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.

"Dia kasih masuk ini anak ke kosnya sampai berhari-hari seperti ini anak dia punya istri. Saya tidak terima pelaku harus diproses biar dia kapok kalau tidak semakin liar kasih tidur orang punya anak,''ujar tegas Tante Korban.*

Penulis: Juan Seli Tupen
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved