Dengar Pedagang Kening Ketua DPRD Mabar Mengerut

Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun, tercengang mendengar keluhan pedagang. Keningnya berkerut dan raut wajahnya serius mendengar penjelasan pedagang.

Penulis: Servan Mammilianus | Editor: Kanis Jehola

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servantinus Mamilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO - Ketua DPRD Mabar, Blasius Jeramun, tercengang mendengar keluhan pedagang. Keningnya berkerut dan raut wajahnya serius mendengar penjelasan dari Philipus. Blasius kemudian menuju ke salah satu gedung pasar dan mengajak para pedagang berdialog singkat di lantai satu pasar.

Pedagang lainnya mengatakan, saat mereka pindah dari Pasar Batu Cermin dan TPI ke Pasar Baru, suasana di Pasar Baru cukup ramai. Namun setelah Perindagkop Mabar memerintahkan agar stan para pedagang dibongkar kembali, sejumlah pedagang kembali ke pasar sebelumnya sehingga suasana Pasar Baru sepi.

Jumlah pedagang yang dipindahkan dari Pasar Batu Cermin ke Pasar Baru 167 pedagang. Namun belum semua mendapat lokasi untuk bangun stan sehingga mereka tidak bisa jualan lagi dan merasa rugi.

"Saya pindah ke Pasar Baru sejak pertama kali muncul informasi dari Perindagkop Mabar yang menyuruh kami pindah dari Pasar Batu Cermin ke Pasar Baru. Sampai di Pasar Baru saya mendapat lokasi stan tetapi ternyata lokasi itu merupakan areal terlarang untuk bangun stan. Makanya saya tidak bisa jualan sudah satu bulan. Saya merasa rugi dan modal saya sudah habis," kata Serlinus Pangkur.

Pedagang lainnya, Leksi Petu mengaku tidak mengerti mengapa peta lokasi datang belakangan setelah pengundian stan selesai. Keluhan lainnya disampaikan pedagang sayur, Yovita Jelunut. "Kendaraan pengangkut sayur dari kampung-kampung tidak ke Pasar Baru tetapi masih mengangkut ke Pasar Batu Cermin, sehingga kami harus ke sana setiap hari untuk mendapatkan sayur yang kami jual kembali," kata Yovita. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved