Pansus Temukan Bocor Rp 4,5 M di Distamben Kabupaten Kupang

Pansus DPRD Kabupaten Kupang menemukan dugaan kebocoran setoran PAD sebesar Rp 4,5 miliar di Distamben Kabupaten Kupang.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Julianus Akoit

POS KUPANG.COM, OELAMASI - Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Kupang menemukan dugaan kebocoran setoran PAD sebesar Rp 4,5 miliar dari total pendapatan retribusi galian C tahun 2015 sebesar Rp 9 miliar yang dihimpun Kantor Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Kupang.

"Laporan kepala dinas dalam rapat dengar pendapat dengan pansus mengatakan kontribusi distamben untuk PAD sebesar Rp 9 miliar lebih. Namun hal ini bertentangan dengan penjelasan Kadis Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKAD) Kabupaten Kupang yang mengatakan kantor distamben cuma menyumbang Rp 4,5 miliar. Pansus merekomendasikan kepada pemerintah untuk menindaklanjuti temuan ini ke aparat penegak hukum agar meminimalisir tingkat kebocoran PAD," tulis Ketua Pansus, Ny. Dra. Sofia Malelak -de Haan, dalam laporan pansus setebal 18 halaman.

Selain itu, tulis Ny. Sofia, pansus menemukan ada indikasi permainan oleh oknum-oknum di pertambangan terhadap pengelolaan galian C di beberapa titik.
Berikutnya, izin khusus yang masa berlakunya hanya tiga bulan, namun di lapangan pansus menemukan pemegang izin masih melakukan aktivitas penambangan sampai saat ini. "Pansus merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengambil tindakan tegas," tulis Ny. Sofia. (*)

Penulis: Julius Akoit
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved