Penjagal Sapi di Maumere Mengaku Rugi

Kami beli karena pemiliknya yang jual. Kalau sampai di RPH petugas tidak izin, kami rugi.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

POS KUPANG.COM, MAUMERE - Hari Kamis (2/6/2016) pagi sekitar pukul 04.00 Wita, suasana di Rumah Potong Hewan (RPH) Wairklau, di Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, persis di samping Pasar Alok, tak seramai hari-hari sebelumnya. Pagi itu, suasana di RPH itu sepi karena para penjagal sapi tidak melakukan aktivitasnya. Mereka melakukan aksi mogok.

Aksi mogok para penjagal sapi ini sebagai bentuk protes terhadap aturan yang ditetapkan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sikka yang melarang penjagal memotong sapi betina yang masih muda dan sapi yang lagi bunting.

Aturan ini diprotes para penjagal karena menurut mereka, sapi betina tersebut dijual oleh pemiliknya karena membutuhkan uang. Selain itu, pemiliknya yang ingin menjual ternak betina walau masih berusia muda.

"Kami ini pembeli ternak di kampung-kampung setiap hari. Kami beli karena pemiliknya yang jual. Kalau sampai di RPH petugas tidak izin, kami rugi. Kami sudah beli untuk potong bukan untuk pelihara," kata penjagal ternak yang protes di lokasi RPH Wairklau, Kamis (2/6/2016) siang. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved