Harga Beras Merosot
Jelang Ramadhan Harga Sembako Melonjak
Harga minyak goreng kemasan juga mulai merangkak dari Rp 65.000 per jereken (5 liter) menjadi Rp 70.000 per jeriken
POS KUPANG.COM, MBAY - Harga beberapa jenis bahan kebutuhan pokok di Mbay, Ibukota Kabupaten Nagekeo, mulai menunjukkan trend peningkatan empat hari menjelang Bulan Suci Ramadhan.
Gula pasir menunjukkan kenaikan harga paling tinggi. Kenaikan harga per karung (48 kg) rata-rata Rp 100.000 lebih. Meski demikian kenaikan harga beras normal, bahkan cenderung merosot.
Pantauan Pos Kupang, Selasa (31/5/2016) di Pasar Danga-Mbay, harga gula pasir melonjak dari Rp 640.000 per karung menjadi Rp 780.000 per karung atau Rp 14.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg.
Harga minyak goreng kemasan juga mulai merangkak dari Rp 65.000 per jereken (5 liter) menjadi Rp 70.000 per jeriken.
Kenaikan harga gula dan minyak goreng juga diikuti harga beberapa jenis bumbu dapur. Harga bawang merah naik dari Rp 12.000 per kg menjadi Rp 35.000 per kg.
Harga bawang putih naik dari Rp 20.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg. Harga cabe rawit masih bergerak pada level Rp 100.000 per kg. Sedanglan cabe keriting naik dari Rp 25.000 menjadi Rp 50.000 per kg.
Sementara harga bergerak terbalik. Harga beras lokal super jenis membramo turun dari Rp 9.000 per kg pekan lalu menjadi Rp 6.500 per kg pekan ini.
Sejumlah konsumen terutama petani mulai mengeluhkan lonjakan beberap jenis sembako yang tidak sebanding dengan harga beras. "Kami jual beras baru bisa beli gula dan minyak goreng.
Sementara harga beras terus merosot. Sedangkan harga gula dan minyak goreng terus melonjak. Bagaimana kami bisa jangkau," kata seorang konsumen asal Mbay I bernama Mariam. (dea)