Polisi Datang 'Bertamu,' Bandar Kupon Putih Sembunyikan HP
Setiap hari, kata Heribertus, mereka mengirim angka tebakan ke HP-nya. Padahal sebelum HP itu ditemukan, Heribertus menyangkal mengelola judi KP.
Penulis: Eugenius Moa | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Eugenius Mo'a
POS KUPANG.COM, RUTENG----'Kunjungan' Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polres Manggarai di Pulau Flores, Selasa siang (31/5/2016) pukul 12.30 Wita, ke rumah Heribertus Lampur (50) di Kampung Waso Bea, Kelurahan Waso, Kecamatan Langke Rembong, rupanya diketahui juga
Heribertus.
Khawatir sepakterjang ketahuan polisi, Heribertus tak kehabisan akal.
Telpon genggam (handphone) yang ada ditangannya diamankannya. Sarana komunikasi utama melakukan perjudian kupon putih itu disembunyikan.
Polisi mendesak Heribertus menyerahkan HP, tak kunjung berhasil. "Dugaan saya, dia sudah lihat kedatangan Unit Jatanras ke rumahnya, sehingga HP itu cepat-cepat disembunyikan. Anggota cari dan temukan HP merek Nokia di atas regel pintu rumah," terang Kapolres Manggarai, AKBP Totok Mulyanto DS, S.IK, melalui Kepala Satuan Reserse dan Kriminalitas (Reskrim) Polres Manggarai, Iptu Lukius Okto Selly, S.H, kepada Pos Kupang.Com, Selasa siang.
Heribertus, terus-terangan mengakui sembunyikan HP karena di dalam HP itu berisi pesan pengirim angka-angka tebakan dari 'kaki tangan' atau pengepul KP beroperasi di lapangan.
Setiap hari, kata Heribertus, mereka mengirim angka tebakan ke HP-nya. Padahal sebelum HP itu ditemukan, Heribertus menyangkal mengelola judi KP.
Setelah telpon genggam itu ditemukan dan dibuka isi pesan di
dalam HP itu, demikian Okto, Heribertus tak bisa menyangkal.
"Dia mengakui mengelola KP," kata Okto. Polisi membawa pelaku dan semua barang bukti yang ditemukan polisi di dalam rumahnya untuk kebutuhan penyidikan.
Sampai berita ini diturunkan, penyidik Unit Pidana Umum masih memeriksa keterangan pelaku.