Kamis, 9 April 2026

Terlibat dalam Kasus Pembunuhan

Mantan Tentara Menangis Saat Serahkan Anaknya ke Polisi

Untung mengatakan tanggung jawab dirinya sebagai orangtua menghantui, saat mengetahui anaknya jadi tersangka pembunuhan.

Editor: Paul Burin
JITET
Ilustrasi Pembunuhan 

POS KUPANG.COM, BANGKA - Untung (56) terus menangis di hadapan wartawan. Ia tidak kuat menahan tangis usai mengantar JE (17) anaknya yang menjadi otak pembunuhan Hendi (24) Pegawai DKP Pangkalpinang.

Untung mengatakan tanggung jawab dirinya sebagai orangtua menghantui, saat mengetahui anaknya jadi tersangka pembunuhan.

Bukan hanya satu anaknya tapi dua anak pensiunan tentara ini terlibat pembunuhan.

Sebelumnya Al (15) adik JE lebih dulu dibekuk anggota Polsek Taman Sari Pangkalpinang serta DE (13) pelaku lainnya.

"Bagaimanapun saya sebagai orangtua merasa bersalah ini juga tanggung jawab saya sebagai orangtua," kata Untung, Jumat (26/6/2016).

Seperti diketahui kasus penemuan mayat di hutan dekat Stadion Depati Amir Pangkalpinang bulan lalu yang kemudian identitasnya diketahui adalah Hendi, pegawai DKP Pangkalpinang berhasil diungkap oleh Polsek Taman Sari Pangkalpinang.

Awalnya dua tersangka lebih dulu diamankan, yakni DE (13) dan Al (15). Namun JE diketahui sudah melarikan diri dan masuk DPO polisi.

Untung yang mengetahui anak-anaknya terlibat pembunuhan shock lalu mencari keberadaan anaknya JE.
Ia mendapatkan informasi anaknya tersebut di Palembang berhasil berkomunikasi dan meminta JE pulang ke Pangkalpinang.

Gayung bersambut JE mengungkapkan memang ingin menyerahkan diri namun takut. "Akhirnya saya jemput langsung ke Palembang dan menginformasikan ke polisi sebelum saya bawa ke kantor polisi," kata JE. (tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved