Samsi Berjualan Madu Hutan untuk Biayai Anak Kuliah

Saya mencari madu ini sejak masih sekolah dasar di tahun 1982. Awalnya hanya untuk digunakan obat saja," kata Samsi.


POS KUPANG.COM, BUTON --Selain mempunyai khasiat yang baik bagi kesehatan tubuh, madu juga menjadi sumber penghasil utama bagi keluarga Samsini (45), warga Dusun Pobaa, Desa Lambusango, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Setiap hari, lelaki yang sudah mempunyai tujuh orang anak ini masuk hutan menelusuri hutan Lambusango untuk mencari madu di atas pohon-pohon yang besar. Hanya mengandalkan tali, parang, jerigen, dan api, Samsini langsung masuk ke hutan.

“Saya mencari madu ini sejak masih sekolah dasar di tahun 1982. Awalnya hanya untuk digunakan obat saja. Namun ternyata satu kali sarang lebah hutan, madunya juga banyak hasilnya, bisa dapat dua jerigen yang lima liter,” kata Samsini di rumahnya, Selasa (24/5/2016).

Tak berapa lama kemudian, ia pun mulai fokus untuk mencari madu di dalam hutan Lambusango dengan peralatan yang seadanya. Hasilnya, ia mulai jual di depan rumahnya sendiri dengan dikemas dalam enam botol air mineral berukuran sedang.

“Mencari madu ini tidak gampang, saya kadang jalan kaki sampai 15 kilometer untuk mencari madu. Saya juga kadang sampai harus menginap sampai dua malam di dalam hutan sendirian. Pernah sampai saya injak ular besar tapi alhamdulillah tidak apa-apa,” ujarnya.

Selain menghadapi hewan buas di dalam hutan Lambusango, ia juga harus merelakan tubuhnya menjadi santapan lebah-lebah lebah jenis Apis dorsata di atas pohon. Ia juga bahkan harus mempertaruhkan nyawanya dengan memanjat pohon tinggi hanya untuk mengambil madu tersebut.

“Ini juga demi keluarga, tapi semua tidak apa-apa. Saya harus mencari uang untuk biaya pendidikan anak saya. Dari hasil madu ini, saya biayai kuliah anak pertama saya di kebidanan hingga selesai di Baubau. Semuanya dari jualan madu ini,” tutur Samsini.

Samsini yang hanya menempuh pendidikan SMP ini mempunyai cara tersendiri untuk menjaga kualitas madu hingga tujuh tahun lamanya. Yakni pertama memisahkan anak lebah dengan sarangnya. Kemudian sarang lebah diperas dengan baik.

“Madu ini saya jamin asli, karena tidak ada campuran apapun di dalamnya. Madu ini bisa bertahan sampai tujuh tahun,” ucapnya.*

Editor: Hyeron Modo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved