Tak Ditindak Tegas, Kekerasan Terkait Agama Terus Berulang

Dahnil mengatakan, masyarakat tak boleh bertindak sesukanya dalam menyikapi keberadaan Ahmadiyah di Indonesia.

Editor: Alfred Dama
Kristian Erdianto
Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak saat memberikan keterangan pers terkait rencana proses otopsi jenazah Siyono, seorang terduga teroris asal Klaten, di gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng Raya, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2016). Ia menegaskan bahwa rencana otopsi jenazah Siyono akan tetap dilakukan dalam waktu dekat. 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak menilai, kepolisian selama ini kurang tegas dalam menindak kasus kekerasan terkait agama.

Hal ini mengakibatkan tindakan tersebut terus berulang.

"Karena tindakan yang diambil aparat penegak hukum selama ini jika ada perusakan tempat ibadah Ahmadiyah cenderung tidak tegas. Makanya mereka yang anarkis itu enteng saja untuk berbuat anarkis lagi," ujar Dahnil saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/5/2016).

Dahnil mengatakan, masyarakat tak boleh bertindak sesukanya dalam menyikapi keberadaan Ahmadiyah di Indonesia.

"Meskipun dalam SKB tiga menteri Ahmadiyah dilarang melakukan kegiatan mencolok seperti dakwah ke pihak lain, tapi kan yang boleh menindak aparat negara, bukan masyarakat sipil atau organisasi masyarakat (ormas) lainnya," kata dia.

Pada Senin (23/5/2016) dini hari, Masjid Ahmadiyah di Kendal, Jawa Tengah, dirusak masaa tak dikenal.

Menurut informasi pengurus masjid, tidak ada saksi yang melihat tindakan perusakan. Sebab, sekitar masjid tersebut kebun dan cukup jauh dari permukiman warga. Selain itu, perusakan dilakukan saat semua warga tertidur.

Sebelum perusakan, masjid didatangi lurah dan camat setempat. Lurah meminta pembangunan masjid dihentikan dengan alasan ditolak warga.

Padahal, masjid tersebut telah mengantongi sertifikat dan izin mendirikan bangunan (IMB) sejak awal dibangun pada 2003.

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved